Berdasarkan Surat Edaran No. 471.13/4141/SJ tanggal 13 Oktober 2010 tentang Penerbitan NIK dan Persiapan e-KTP 2011, Kota Depok ditunjuk untuk dapat melaksanakan penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK) 2010 dan penerapan e-KTP tahun 2011. Demikian dikemukakan Yulistiani Mochtar Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Depok di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

“Kota Depok termasuk 16 kabupaten/kota se Jawa Barat yang ditunjuk dalam penerbitan NIK 2010, dan 11 kabupaten/kota se Jawa Barat dalam penerapan e-KTP tahun 2011” ujarnya.

Dijelaskannya, e-KTP atau KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) adalah KTP yang memiliki spesifikasi dan format KTP Nasional dengan sistem pengamanan khusus yang berlaku sebagai identitas resmi dan dapat diakses secara nasional.

Dalam e-KTP dilengkapi “CHIP” atau rekaman elektronik yaitu alat penyimpan data elektronik penduduk yang dapat dibaca secara elektronik dengan alat pembaca dan sebagai pengaman data kependudukan. Selain itu dalam e-KTP juga terdapat kode keamanan berupa alat identifikasi jati diri yang menunjukan identitas diri penduduk secara tepat dan akurat sebagai autentikasi diri yang memastikan dokumen kependudukan sebagai milik orang tersebut yaitu melalui scan 10 sidik jari dan scan tanda tangan.

Tujuan e-KTP kata Yulis Pertama agar terbangunnya database kependudukan yang akurat di tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Pusat. Database kependudukan Kab/Kota tersebut tersambung (on-line) dengan Provinsi dan Pusat dengan menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Kedua agar  tertib penerbitan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dan ketiga tertib dokumen kependudukan (KK, KTP, Akta Pencatatan Sipil).

Lebih lanjut, manfaat e-KTP bagi masyarakat dan negara adalah sebagai sarana untuk mencegah dan menutup peluang adanya KTP ganda dan KTP palsu sehingga memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat. Selain itu untuk mendukung terwujudnya database kependudukan yg akurat, khususnya yg berkaitan dengan data penduduk wajib KTP yang identik dengan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4), sehingga DPT Pemilu yg selama ini sering bermasalah tidak akan terjadi lagi, sehingga semua WNI yang berhak memilih terjamin hak pilihnya.

Manfaat E-KTP lainnya dapat mendukung peningkatan keamanan negara sebagai dampak positif dari tertutupnya peluang KTP ganda & KTP palsu, dimana selama ini para pelaku kriminal termasuk teroris selalu menggunakan KTP ganda dan KTP palsu. Selain itu e-KTP merupakan KTP Nasional yg sudah memenuhi semua ketentuan yg diatur dalam UU No. 23 Thn 2006 & Perpres No.26 Thn 2009, sehingga berlaku secara Nasional. Dengan demikian mempermudah masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dari Lembaga Pemerintah dan Swasta, karena tidak lagi memerlukan KTP setempat.

Dalam penerapan e-KTP di Depok, kata Yulis, saat ini pihak pemkot Depok sedang menunggu 11 set peralatan dari Kementerian Dalam Negeri.  Peralatan itu akan diserahkan di setiap kecamatan. Adapun alat tersebut terdiri dari 2 unit Komputer, 2 unit Foto, 2 unit scan sidik jari, 2 unit scan tanda tangan dan 1 unit server. Selain itu, Disdukcapil Depok akan mengirimkan 44 tenaga operator KTP tersebut untuk mendapatkan pelatihan ketrampilan e-KTP di Kemendagri.

“ Setelah penerbitan NIK selesai dan peralatan datang dan terpasang di Depok, kami akan menggelar perekaman data penduduk di Kota Depok, yang diperkirakan akan digelar bulan Juni mendatang” jelas Yulis.

Menurutnya, dalam perekaman data itu warga Depok diundang ke kecamatan secara bergiliran untuk di foto, scan sidik jari dan scan tanda tangan. Data yang sudah terekam itu kemudian diserahkan pada Kemendagri untuk dicetak e-KTP. Setelah e-KTP jadi, maka warga masyarakat dapat menukarkan KTP yang lama dengan e-KTP di Disdukcapil

Yulis berharap agar penerapan e-KTP tersebut dapat terealisasi pada tahun 2011. Dan masyarakat Depok tidak perlu panik dan khawatir dengan e-KTP tersebut, karena KTP yang saat ini masih berlaku penggunaannya.