Kamis (1/11), Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Isma’il didampingi Kepala Disnakersos Kota Depok, Abdul Haris  menerima perwakilan dari 7 Forum Serikat Pekerja (FSP) Kota Depok, salah satunya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI). Audiensi berlangsung  di ruang kerjanya dan Beliau menerima kedatangan FSP dengan tangan terbuka.

Slamet, juru bicara FSP menyatakan tujuan kedatangan mereka ke kantor Pemerintah Kota Depok adalah untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait sikap pekerja di Depok sebagai respon atas gejolak yang terjadi di Bogor dan Bekasi karena adanya tuntutan buruh terhadap penetapan Upah Minimun Kabupaten/Kota (UMK) di daerah sekitar Kota Depok akhir-akhir ini.

Slamet menyampaikan 2 hal yang menjadi tuntutan para pekerja di Kota Depok, yaitu penetapan UMK Depok  bisa sama dengan wilayah DKI Jakarta, dan yang kedua,  sama dengan daerah sekitar, yaitu Bogor dan Bekasi yang mendapat UMK yang cukup memadai.

Walikota menyambut baik keinginan FSP Kota Depok dan akan terus mengapresiasi setiap kebutuhan warganya dengan langkah-langkah yang terpadu, agar jangan hanya memuaskan sesaat tetapi bagaimana hubungan antara pengusaha dan serikat pekerja tetap terjalin harmonisasi sehingga sinergitas antara pengusaha, buruh dan pemerintah terus terjaga. Untuk itu perlu mengikuti perkembangan yang terjadi di daerah sekitar dan perlu disikapi bersama-sama dengan  daerah lain.

Salah satu langkah Pemerintah Depok yang tengah digalakkan sebagai gerakan pro buruh untuk memajukan kesejahteraan bangsa Indonesia saat ini adalah gerakan satu hari tanpa nasi yang dikenal dengan One Day No Rice (ODNR).

Gerakan ODNR bertujuan untuk meningkatkan kualitas menu makanan pokok warga dengan mengurangi konsumsi karbohidrat padi dan beralih dengan karbohidrat lokal non padi oleh kaum buruh dan masyarakat perkotaan secara otomatis akan membuka kesempatan kerja para petani di perkampungan sekaligus menekan arus urbanisasi.