Kelurahan Cimpaeun, membuat kolam lele dengan ukuran 15×7 meter tepat dibelakang kantor kelurahan. Sekitar 1500 ikan lele jenis sangkuriang dan dumbo ditebar dalam kolam itu. Hal tersebut, karena Cimpaeun terpilih sebagai proyek percontohan Kelurahan perikanan. Lurah Cimpaeun, Suryana Yusuf mengatakan, dibuatnya kolam lele sebagai percontohan kepada masyarakat yang ingin menjadi peternak lele. “Kolam ini juga bisa menjadi tambahan perekonomian kelurahan,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, kolam lele ini juga sekaligus memanfaatkan lahan kosong yang ada dikelurahan. Apalagi, tanah tersebut adalah tanah pemerintah. Jadi, bebas digunakan untuk keperluan kelurahan. “Kolam tersebut dibuat dari terpal dipinggirnya, dan didasarnya tanah alami dengan kedalaman satu meter,”jelasnya.

Kolam itu berguna menjadi tempat penyegaran staf kelurahan yang sedang suntuk. Karena, menurutnya, daripada harus keluar kantor untuk mencari hiburan, lebih baik bila hiburannya ada dikantornya sendiri. “Rasanya nyaman duduk, sembari memberi makan lele dibawah pohon pisang,” katanya. Ia mengutarakan, programnya menjadikan Kelurahan Cimpaeun dinilai berhasil, itu terbukti dari awalnya hanya ada lima petani lele, kini sudah ada 30 petani lele dan belut yang ada Kelurahan Cimpaeun. “Dari 21 RW yang ada di Kelurahan Cimpaeun, hamper diseluruh RW sudah ada peternak  lele dan belut,” tegasnya.