Dengan sudah beroperasinya Gedung Dinas, Badan, Lembaga dan Perkantoran (DIBALEKA) II serta masih menunggu gedung parkir yang akan dibangun menyebabkan sulitnya lahan parkir di lingkungan Balaikota Depok. Namun pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok sudah mempunyai solusi untuk menanggulangi hal tersebut.

“Kita udah coba untuk mengatur parkir di Balaikota, dengan hasil rapat dari Pemkot ini maka kendaraan Dinas yang boleh masuk area parkir Pemkot Depok adalah satu unit kendaraan dinas Kepala OPD, satu unit kendaraan dinas Sekdis dan satu unit kendaraan operasional OPD,” ujar Kepala Dishub Kota Depok Gandara.

Sementara itu untuk para pegawai dihimbau menggunakan roda dua, namun jika masih ingin membawa kendaraan roda empat mereka harus parkir di luar. Hal ini akan dilaksanakan sampai gedung parkir selesai dibangun.

“Gedung parkir yang akan dibangun nanti delapan lantai dan bisa menampung 700 kendaraan. Untuk saat ini kita menata beberapa tempat untuk parkir roda dua dan beberapa tempat untuk roda empat agar kondusif,” jelas Mantan Kasat Pol PP ini.

Untuk saat ini Gandara mengklaim bahwa Pemkot Depok dapat menapung sekitar 649 kendaraan pegawai, dan titiknya yaitu parkiran Gedung Dibaleka I dikhususkan untuk parkir mobil pegawai dengan kapasitas 47 unit, parkiran Dibaleka II dikhususkan untuk parkir motor pegawai dengan kapasitas 339 unit. Sedangkan sebelah selatan gedung Setda khusus parkir mobil pegawai dengan kapasitas 20 unit, sebelah barat gedung Setda khusus parkir mobil pegawai dengan kapasitas 30 unit, sebelah timur gedung Setda khusus parkir VIP (Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Asisten dan Staf Ahli) dan di depan gedung PBB dan gedung bagian layanan pengadaan khusus parkir motor tamu dengan kapasitas 213 unit.

“Dishub juga akan mengerahkan 25 orang petugas untuk mengawasinya, nantinya dari mulai depan sudah kita monitor jika ada plat hitam dan didalamnya ada yang mengenakan seragam PNS maka akan disuruh parkir di luar kawasan Pemkot,” ujar Gandara.

Rencananya diujicoba Senin depan dan Rabu akan mulai ditetapkan. Beliau juga menghimbau kepada masyarakat bahwa dengan keadaan sekarang warga yang membutuhkan pelayanan dan urusan perizinan di Balaikota disarankan untuk membawa kendaraan roda dua atau menggunakan kendaraan umum.

“Dari sekarang sudah kami berikan himbauan agar tidak terjadi keluhan dari masyarakat, namun jika masih ingin membawa kendaraan roda empat kami menyarankan untuk parkir di ITC atau BJB,” tutupnya.