Salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada publik, dan surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah, RSUD Kota Depok baru-baru ini telah menyusun IKM sebagai tolok ukur penilaian kualitas pelayanan rumah sakit.

Menurut Tri Astuti Kasi Pelayanan Medis RSUD Depok, data IKM tersebut diperlukan untuk menjadi bahan penilaian terhadap unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong bagi setiap unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. ”Pelayanan RSUD kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan, sehingga mencapai kualitas yang diharapkan” kata Tri di kantornya, Senin (2/8).

Lebih lanjut, pengukuran IKM secara berkala ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan RSUD dan dipergunakan sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas pelayanan publik. Pengukuran IKM menggunakan 14 unsur penilaian yang ”relevan,valid dan reliabel”, serta berdasarkan Keputusan Kementerian Aparatur Negara No.63/2003, yang meliputi : prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, petugas pelayanan, disiplin, tanggung jawab, kemampuan petugas,kecepatan pelayanan, keadilan pelayanan, kesopanan, kewajaran biaya, kepastian biaya, ketepatan pelayanan, kenyamanan dan keamanan.

Dengan menggunakan 180 responden pasien secara random dan pengumpulan data di 6 (enam) unit pelayanan, yaitu unit Rawat Inap, Rawat Jalan, UGD, Radiologi, Laboratorium,dan Depo Obat pada bulan juni lalu mendapatkan hasil sebagai berikut :

  1. Nilai IKM RSUD Kota Depok 76,37
  2. Mutu Pelayanan RSUD Kota Depok bernilai B
  3. Kinerja unit pelayanan RSUD Kota Depok bernilai Baik

Maka tak heran, bila RSUD Kota Depok menerima penghargaan Unit Pelayanan Citra Pelayanan Prima (CPP) pada Kabupaten/Kota di Jawa Barat, pada bulan Juni lalu dengan nilai paling tinggi seprovinsi Jawa Barat. Semoga dapat dipertahankan dan lebih prima lagi pelayanannya di masa mendatang