Dihadiri kurang lebih 50 orang bidan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang kota Depok mengadakan sosialisasi jamkesmas, jampersal dan penjelasan draft MOU Jampersal di Aula Lantai 1 kantor Balaikota Depok Kamis, 05 Juli 2012. Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, drg. Hardiono, Sp.BM.

 Bidan merupakan salah satu profesi yang sangat mulia, karena bertugas menyelamatkan ibu yang akan melahirkan dan calon anak yang ada di kandungan. Umumnya kaum ibu akan lebih nyaman untuk melahirkan bila ditangani oleh sesama perempuan. Sehingga diperlukan banyak pelatihan dan penyuluhan bagi para bidan agar dapat mengurangi kematian ibu dan bayi pada saat persalinan.

 Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan angka kematian bayi yaitu terlambat dalam pemeriksaan kehamilan, terlambat pengambilan keputusan, terlambat fasilitas persalinan. Angka kematian yang semakin tinggi tersebut, menjadi alasan pemerintah membuat Jamkesmas dan Jampersal.

 Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, “Bila para ibu tidak berpartisipasi dalam menangani proses persalinan dengan baik, maka pemerintah akan mengikatnya melalui Perda. Sebenarnya ini hanya masalah kesadaran para ibu agar lebih memperhatikan keselamatan dirinya dan calon anaknya. Negara yang baik adalah peranan dari ibu-ibu, begitu pun sebaliknya”.

MOU (Memorandum Of Understanding) merupakan surat perjanjian kerjasama untuk semua pihak memberikan pelayanan persalinan dan mendukung program pemerintah dalam menekan angka kematian. Kurangnya dana juga menjadi salah satu penyebab seseorang yang mempunyai penyakit atau ingin bersalin enggan pergi kerumah sakit ataupun puskesmas.

“Sebesar 18% penduduk kota Depok telah memiliki Jamkesmas dari Pemerintah Pusat. Pada tahun 2011 masyarakat kota Depok yang sudah memiliki Jamkesmas sebanyak 137.221 jiwa, sedangkan pada tahun 2012 sebanyak 240.928 jiwa.” jelas dr. Eni Ekasari selaku Kepala UPTD Jamkesda Kota Depok.

Program Jampersal memiliki beberapa kendala yang dihadapi pada tahun 2011 di antaranya; rendahnya dana Jampersal maka banyak BPS yang belum ingin melakukan MOU dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, keterbatasan SDM Kesehatan yang menyebabkan lambatnya proses verifikasi dan pencairan dana Jampersal, kurang lengkapnya data penunjang sehingga banyaknya klaim yang tidak lulus pada proses verifikasi, dan proses sosialisasi yang terlambat sehingga pelaksanaan kegiatan tidak berjalan dengan maksimal.

Adapun penyelesaian dari kendala tersebut yaitu untuk tahun 2012 dana pelayanan Jampersal telah berubah (meningkat) sehingga semua BPS/RB/klinik utama harus ikut MOU Jampersal, tahun ini sosialisasi dilakukan lebih cepat dari tahun sebelumnya sehingga diharapkan kegiatan Jampersal (MOU, Klaim pelayanan dan pencairan dana) dapat berjalan dengan baik dan cepat.

Oleh karena itu, diharapkan dengan program yang telah dibuat oleh pemerintah ini,  para bidan dapat lebih peduli dan ikut berpartisipasi dalam proses persalinan serta memberikan penyuluhan sebelum dan sesudah melahirkan, sehingga dapat menekan angka kematian ibu dan anak. (SF/IS/DN)