Pembangunan Apartemen Urbana di Jalan Salabintana RW 15 Kelurahan Pangkalan Jati, oleh PT Megapolitan Tbk yang belum mengantongi perizinan dari Pemkot Depok, terus dilakukan. Puluhan paku bumi dan dua alat berat masih melakukan kegiatan. Bahkan, Surat Peringatan (SP) penghentian kegiatan yang diberikan Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal), Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) tidak digubris developer.

Menurut salah satu pekerja, pihaknya tetap melaksanakan perintah dari PT Megapolitan untuk bekerja menanam paku bumi. “Kami disuruh tetap bekerja dilokasi. Jika tidak maka gaji kami tidak dibayar, makanya kami ikut perintah,” ungkapnya. Dalam seminggu ke depan pelaksanaan tiang pancang akan terus dilakukan. Bahkan, satu krem (alat berat, red) telah didatangkan developer ke lokasi pembangunan apartemen yang bernilai RP 400 Miliar. “Waktu pemancangan sudah dijadwalkan, karena alat beratnya telah disewa dari Tangerang,” ujarnya.

Sementara itu Lurah Pangkalan Jati, Sugianto menuturkan, akibat kegiatan itu warga sekitar terganggu dengan aktivitas pembangunan itu. Padahal, kesepakatan mendapatkan izin dari warga yang dilakukan PT Megapolitan tertunda. “Kalau ini terus terjadi wasdal harus menyegel kegiatan itu. Kami siap melaporkannya kembali,” tuturnya. Ditambahkannya, seharusnya Wasdal dan Satpol PP terjun di malam hari untuk memantau kegiatan tersebut. Karena di malam hari semua aktivitas pekerja apartemen dilakukan,” secepatnya disegel sampai IMB, IPR dan HO dikantongi PT Megapolitan. Jangan nanti warga demo karena permintaannya tidak ditanggapi, “tandasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Wasdal, Teo’s mengungkapkan, pihaknya sudah melayangkan dua kali Surat Peringatan (SP 1 dan 2) kepada pihak depelover. Dalam surat itu tertera permintaan penghentian kegiatan sementara. Dalam waktu dekat,pihaknya akan menyegel lahan tersebut  bersama Satpol PP. “Kami belum tahu jika masih ada kegiatan dimalam hari yang dilakukan. Senin ini kami bergerak untuk menyegel, karena Laporan dari Lurah telah diterima,” pungkasnya.