Hasil kreatifitas tangan warga Depok rupanya disambut baik Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail. Kemarin, orang nomor satu di kota ini menerima kedatangan anggota Komisi A DPRD Dapil Sukmajaya dan Cilodong, Andriyani Kencana Wungu yang datang membawa pot batik hasil kerajinan tangan warga Perumahan Pondok Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya. Nur menuturkan bahwa barang kerajinan pot batik ini merupakan salah satu wujud dari kreatifitas dari pelaku ekonomi dengan menawarkan bentuk keindahan. “Pot ini menarik. Pengrajinannya bisa menyulap pot biasa menjadi lebih indah dan menarik dengan balitan kain batik yang dilapisi pernis,” ucapnya.

Ia mengaku, sagat menaruh apresiasi besar atas hasil kerajinan tangan asli warganya. Bahkan, pot batik berbentuk unik ini alangkah baiknya diproduksi pula dalam bentuk pot kecil sehingga bisa ditempatkan di dalam ruangan. “Kerajinan seperti ini juga bisa dimasukan ke dalam program Kota Depok meraih Adipura. Karena pot ini wadah yang sangat unuk bagi tanaman,” ucapnya.

Nur berharap, pot baitk ini ke depannya bisa merangsang kesadaran warga lainnya agar lebih mencintai produk lokal. Barang kerajinan tersebut juga diyakini dapat sebagai pemicu roda ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Sebab masyarakat bisa menciptakan penghasilan sendiri dan lapangan pekerjaan di sekelilingnya. “Masyarakat juga harus melestarikan barang-barang lokal, dengan membelinya,” ujarnya.

Ia juga berpesan, pengrajin pot batik ini bisa mengkaji lebih dalam harga jual yang ditawarkan. Pasalnya, harga pot batik tersebut terbilang cukup mahal karena mencapai Rp 250 ribu per pot. Harga pot batik ini diminta bisa disesuaikan dengan keinginan pasar. Mengingat, dengan mematok harga seperti itu, penjualannya dikhawatirkan akan sulit. “Apakah konsumen berminat dengan harga tersebut. Hal inilah yang harus menjadi pemikiran dasarnya terlebih dahulu,” katanya.