Adalah DR. Erna Hayati pengurus IDI Kota Depok yang menyatakan demikian, alasannya menurut Erna di dalam kandungan rokok  terdapat sejumlah zat dengan gejala yang sama dengan Narkotika dan psikotropika (Narkoba).

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara penyuluhan narkoba yang melibatkan tiga instansi yaitu Polres Depok, Badan Narkotika Kota (BNK), dan ikatan Dokter Indonesia (IDI) kepada ratusan pelajar SMP dan SMA di Di AULA Polres Metro Depok Sabtu(8/5).

“Mengapa rokok sama dengan narkoba, sebab yang pertama di dalam rokok terdapat zat adiksi yang menyebabkan kecanduan. Nah itu sama dengan narkoba dan ini merupakan ciri khas dari narkoba, yang kedua rokok juga menyebabkan sakaw yang menyebabkan seseorang sulit untuk melepaskan diri dari jeratan barang haram, yang ketiga rokok merupakan jalan untuk menuju narkotika awal,”ucapnya.

Bahayanya lagi adalah,  bahwa menggunakan rokok dan narkoba sama-sama bisa menyebabkan perubahan kimia pada otak dalam jangka panjang. Melalui riset National Institute on Drug Abuse, AS, para peneliti melakukan analisa kadar dua enzim yang ada di dalam sel otak atau disebut neurons. Enzim-enzim ini membantu syaraf memanfaatkan sinyal-sinyal kimia seperti sinyal yang dihasilkan oleh dopamine, senyawa pengirim pesan. Kadar kedua enzim tersebut sangat tinggi pada perokok dan mantan perokok.

Penelitian yang dilakukan pada hewan yang diberikan kokain dan heroin juga menunjukkan tingginya enzim-enzim tersebut. Sehingga semakin jelas bahwa baik rokok ataupun narkoba memiliki dampak yang sama pada otak.

Maka menyikapi hal tersebut langkah antisipasinya menurut Erna kedepan adalah, pihak IDI bersama dengan pihak yang terkait siap melakukan sosialisasi dan membentuk satgas untuk tingkat sekolahan.”Anak-anak SMP dan SMA merupakan masa rawan, mereka kerap kali senang mencoba-coba. Oleh karena itu, anak di usia tersebut  membutuhkan bantuan untuk diperkenalkan akan bahaya narkoba,” jelasnya.

“Dan yang perlu diketahui bahwa bukan hanya anak-anak, ibu-ibu rumah tangga juga patut diberikan penyuluhan, sebab seorang ibu merupakan pihak yang paling bisa menjaga anak-anak mereka terhindar dari barang haram yang telah merenggut banyak nyawa generasi muda,”ujarnya.