Manajemen Samsat Depok secara tegas menyatakan perang terhadap jentik-jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebar dan pembawa virus dengeu penyebab penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD). Selain itu, nyamuk tersebut juga merupakan pembawa virus demam kuning dan chikungunya. Untuk mengantisipasi DBD dan chikungunya kami adakan fogging di lingkungan Samsat Depok setiap dua bulan sekali, ujar Kasubsi Samsat Kota Depok AKP Bachtiar Alponso.

Menurut Kasubsi, fogging berupa pengasapan dilakukan di seluruh ruangan dan loket pelayanan. Termasuk gudang, taman, selokan dan kolam. Pengasapan dilakukan usai pelayanan yaitu pukul 15.00 hingga menjelang adzan Magrib. Tidak ada pengecualian, semua ruangan harus di fogging, termasuk kantin, dan musholla, tegas Bachtiar diamini Paur STNK Iptu Sugeng Daldiri.

Paur TU Iptu Robiin menambahkan, untuk melaksanakan fogging secara rutin, pihaknya mendapat pinjaman mesin fogging dari anggotanya yang memiliki mesin tersebut. Sedangkan obat untuk campuran fogging menggunakan produk pembasmi serangga ditambah dengan 25 liter solar. Kita pakai ukuran standar saja, cukup untuk membuat kecoa dan berbagai jenis serangga teler dan mati, kata Robiin.

Riko, salah satu wajib pajak mengatakan pengasapan atau fogging yang dilakukan pihak samsat sangat bermanfaat untuk mengantisipasi menyebarnya nyamuk DBD di lingkungan Samsat. Kalau kantor Samsat bersih dan sehat, kita jadi nyaman saat mengurus perpanjangan STNK, kata Riko.