Kementrian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Hortikultura merencanakan Gerakan Perempuan Untuk Optimalisasi Pekarangan (GPOP). Yang menjadi dasar pelaksanaan adalah Peraturan Presiden No. 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber daya Lokal yang implementasinya adalah pemberdayaan kelompok wanita melalui Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan. Tujuan penggagasan GPOP ini adalah  untuk memberdayakan perempuan perkotaan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan. Sedangkan komoditas utama yang akan dioptimalkan adalah cabai keriting, cabai rawit, sayuran, tanaman obat dan tanaman hias.

Selain untuk memperindah lingkungan, lahan pekarangan perlu dimanfaatkan karena pekarangan memiliki potensi besar untuk memproduksi sayuran segar terutama dalam pot, kemampuan perempuan di kota terutama kelas menengah dalam menangani produksi sayur serta perbenihannya guna ketahanan pangan/ekonomi keluarga, dan bisa juga mengurangi biaya transport dan terpeliharanya tingkat kesegaran dengan mendekatkan sentra produksi sayuran segar ke konsumen di kota. Kegiatan pemeliharaan tanaman relatif  lebih tertangani adalah manfaat yang kita peroleh dari pekarangan dan tentunya secara ekonomi merupakan salah satu  sumber pendapatan keluarga.

Kota Depok mendapatkan alokasi sasaran sebanyak 11 Kecamatan. Setiap Kecamatan terdiri atas 4 Kelurahan atau 4 Kelompok. Total ada  44 Kelurahan atau 44 Kelompok. Setiap kelompok dalam pelaksanaannya nanti didampingi oleh PMD (Penggerak Membangun Desa di Perkotaan). PMD  adalah seseorang yang memiliki kapasitas untuk mandampingi dan membimbing kelompok binaannya dalam mengembangkan agribisnis. Jumlah PMD di Kota Depok sebanyak 11 PMD (terdiri dari Ibu Camat (Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan) dan Kader PKK). Dalam pelaksanaannya nanti di lapangan didampingi juga oleh penyuluh pendamping 1 orang di setiap kecamatan.

Adapun jenis kegiatan yang akan  difasilitasi  melalui GPOP ini antara lain bantuan bibit cabe rawit pot, dengan umur tanaman minimal 1 bulan, @ 6 bibit pada tingkat rumah tangga (anggota PKK), kemudian memberi pelatihan teknis budidaya dan perbanyakan benih dari pertanaman cabe yang berasal dari bibit “open polynated” kepada ibu-ibu, selanjutnya bantuan bibit cabe rawit dan cabe keriting dalam pot, dengan umur tanaman minimal 1 bulan pada tanam warga/vertikultur di fasum milik RT, RW kelompok ibu-ibu PKK dan Kelompok Posyandu serta  bantuan pupuk kandang/kompos, pot plastik ukuran diameter 30 cm kepada keluarga.Kegiatan GPOP  ini rencananya akan dilaksanakan awal Juni 2011.