Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (Bimasda) kota Depok akan mengembalikan fungsi dua Situ yang nyaris hilang, yakni Situ Pasir Putih, (pasput) dan Situ Krukut. Upaya normalisasi dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Kami sudah membuat kajian untuk kedua Situ tersebut. BBWSCC juga telah meninjau lokasi,” kata kepala Dibimasda kota Depok, Yayan Ariyanto. Diakui lahan situ memang telah berubah fungsi, bahkan telah ada yang mengantongi SK Kinag dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)

“Dengan SK Kinag ini , seolah-olah lahan tersebut menjadi milik pribadi. Kami berharap ini bisa dipulihkan. BPN dan Bimasda harus seiiring sejalan, tidak ada hal yang bisa menjadi kendala di lapangan seperti ini,” jelas Yayan. Sementara itu untuk penanganan Situ Bojong sari yang sempat retak beberapa waktu lalu, Yayan mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BBWSCC.

“Untuk situ Bojongsari detail engineering design (DED) akan dibuat tahun depan. Untuk membuat Bronjang misalnya, di lokasi itu dibutuhkan dana sebesar Rp 5 milyar. Kami bersyukur BBWSCC juga bersedia membantu,” papar Yayan.

Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (Bimasda) kota Depok akan mengembalikan fungsi dua Situ yang nyaris hilang, yakni Situ Pasir Putih, (pasput) dan Situ Krukut. Upaya normalisasi dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Kami sudah membuat kajian untuk kedua Situ tersebut. BBWSCC juga telah meninjau lokasi,” kata kepala Dibimasda kota Depok, Yayan Ariyanto. Diakui lahan situ memang telah berubah fungsi, bahkan telah ada yang mengantongi SK Kinag dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)

“Dengan SK Kinag ini , seolah-olah lahan tersebut menjadi milik pribadi. Kami berharap ini bisa dipulihkan. BPN dan Bimasda harus seiiring sejalan, tidak ada hal yang bisa menjadi kendala di lapangan seperti ini,” jelas Yayan. Sementara itu untuk penanganan Situ Bojong sari yang sempat retak beberapa waktu lalu, Yayan mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BBWSCC.

“Untuk situ Bojongsari detail engineering design (DED) akan dibuat tahun depan. Untuk membuat Bronjang misalnya, di lokasi itu dibutuhkan dana sebesar Rp 5 milyar. Kami bersyukur BBWSCC juga bersedia membantu,” papar Yayan.

Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (Bimasda) kota Depok akan mengembalikan fungsi dua Situ yang nyaris hilang, yakni Situ Pasir Putih, (pasput) dan Situ Krukut. Upaya normalisasi dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Kami sudah membuat kajian untuk kedua Situ tersebut. BBWSCC juga telah meninjau lokasi,” kata kepala Dibimasda kota Depok, Yayan Ariyanto. Diakui lahan situ memang telah berubah fungsi, bahkan telah ada yang mengantongi SK Kinag dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)

“Dengan SK Kinag ini , seolah-olah lahan tersebut menjadi milik pribadi. Kami berharap ini bisa dipulihkan. BPN dan Bimasda harus seiiring sejalan, tidak ada hal yang bisa menjadi kendala di lapangan seperti ini,” jelas Yayan. Sementara itu untuk penanganan Situ Bojong sari yang sempat retak beberapa waktu lalu, Yayan mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BBWSCC.

“Untuk situ Bojongsari detail engineering design (DED) akan dibuat tahun depan. Untuk membuat Bronjang misalnya, di lokasi itu dibutuhkan dana sebesar Rp 5 milyar. Kami bersyukur BBWSCC juga bersedia membantu,” papar Yayan.

Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air (Bimasda) kota Depok akan mengembalikan fungsi dua Situ yang nyaris hilang, yakni Situ Pasir Putih, (pasput) dan Situ Krukut. Upaya normalisasi dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). Kami sudah membuat kajian untuk kedua Situ tersebut. BBWSCC juga telah meninjau lokasi,” kata kepala Dibimasda kota Depok, Yayan Ariyanto. Diakui lahan situ memang telah berubah fungsi, bahkan telah ada yang mengantongi SK Kinag dari Badan Pertanahan Nasional (BPN)

“Dengan SK Kinag ini , seolah-olah lahan tersebut menjadi milik pribadi. Kami berharap ini bisa dipulihkan. BPN dan Bimasda harus seiiring sejalan, tidak ada hal yang bisa menjadi kendala di lapangan seperti ini,” jelas Yayan. Sementara itu untuk penanganan Situ Bojong sari yang sempat retak beberapa waktu lalu, Yayan mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BBWSCC.

“Untuk situ Bojongsari detail engineering design (DED) akan dibuat tahun depan. Untuk membuat Bronjang misalnya, di lokasi itu dibutuhkan dana sebesar Rp 5 milyar. Kami bersyukur BBWSCC juga bersedia membantu,” papar Yayan.