Kasubdit Analis Pasar Kerja Kemenakertrans Sri Indarti mengatakan peluang kerja di sektor informal bisa mencapai 70 persen. Menurutnya kondisi pasar kerja saat ini menjadi timpang karena adanya dua listik yaitu formal dan informal. Sedangkan jumlah tenaga kerja yang menjadi penganggur sebesar 7,41 juta orang.

Hal itu disebabkan adanya ketimpangan kondisi pasar, kesenjangan kompetensi, serta kesempatan yang terbatas, kata Sri Indarti saat menjadi pembicara seminar nasional yang bertajuk Fase Persiapan Lapangan Tracer Study, di ruang sidang Rektorat UI.

Selain itu, masalah terberat yang dihadapi para pencari kerja adalah masalah pendidikan yang tidak sesuai dengan dunia kerja. Pendidikan yang dimiliki terkadang tidak sesuai dengan bidang pekerjaan, bukan masalah kompetensinya, tutur Sri.

Menurut dia, ada beberapa faktor dimana tidak bertemunya antara pencari kerja dan pemberi kerja, serta kurangnya tenaga kerja yang memiliki jiwa kewirausahaan. Sri menambahkan, untuk itu diperlukan niat dari pihak akademisi yang harus mencetak lulusan dengan jiwa siap terjun di dunia kerja serta skill yang kompeten. Hal itu kata Sri, dapat menjadi solusi dimana terjadi sinergitas antara dunia pendidikan dengan dunia usaha.

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi UI Vhisnu Juwono mengatakan saat ini, Tracer Study merupakan salah satu indikator penilaian dalam sistem akreditasi perguruan tinggi di Indonesia. Namun, dalam kenyataannya pelaksanaan Tracer Study di perguruan tinggi di Indonesia ketinggalan dari negara-negara maju.