Jumat (17/2) Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, melakukan kunjungan sehari penuh ke Kota Depok. Kunjungan ini dilakukannya dalam rangka silaturahmi dengan warga Depok, dan ingin mengenal  lebih jauh tentang Kota Depok yang terkenal dengan sebutan Kota Belimbing.

Bertempat di Graha Boedhi Oetomo, Hotel Bumi Wiyata Jalan Margonda Raya Depok, Ahmad Heryawan mengawali kunjungan silaturahminya didampingi Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Ketua DPRD Kota Depok  Rintis Yanto, yang disambut dengan gegap gempita oleh sejumlah tokoh guru, perwakilan FKUB, OPD, TP PKK, Muspida dan tokoh masyarakat Kota Depok.

Pada kesempatan kali ini, Ahmad Heryawan yang terkenal dengan sapaan Aher ini menyampaikan curahan hatinya seputar kondisi pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Ia merasa cukup puas dengan pendidikan di Kota Depok yang lebih maju dibandingkan dengan daerah lain di Jabar , dan sangat bangga atas keberhasilan Kota Depok meraih penghargaan MDG’s Award di bidang Kesehatan.

Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, ia  memberikan gambaran kondisi usaha di beberapa Negara maju dan berkembang. “Sebuah Negara dianggap memiliki perekonomian yang kuat kalau lebih dari 4 persen jumlah penduduknya  menjadi pengusaha menengah ke atas. Singapura sudah mencapai angka 8,5 persen, China 11 persen, AS  11,5 persen , sedangkan  Indonesia baru 0,2 persen yang menjadi pengusaha,” katanya memberikan perbandingan.

“ Ekonomi masyarakat harus terus diberdayakan, jangan ada lagi kata tidak ada lapangan pekerjaan. Tanamkan pada anak didik kita untuk menjadi pengusaha, pembuat lapangan pekerjaan, bukan pencari lapangan kerja,hingga kita bisa menembus angka 4 persen itu” kata orang nomor satu di Jawa Barat ini menebar semangat pada sejumlah guru dan undangan yang hadir memenuhi ruangan Boedhi Oetomo pagi itu.

“Satu hal yang harus diubah dari pribadi masyarakat di beberapa Negara berkembang saat ini adalah mereka memiliki karakter miskin sebelum berstatus miskin. Mereka menganggap diri miskin karena tak punya penghasilan, dan malas membuka usaha sendiri. Padahal, Allah membuka 10 pintu rizqi, dan 9 pintu rizqi itu untuk para pengusaha, pedagang, wirausaha. Dan manusia yang paling hebat adalah manusia yang bisa menyelesaikan masalah orang lain, membuka lapangan usaha untuk orang lain,” katanya lagi.

Untuk membantu langkah para pengusaha baru, Ahmad Heryawan mengatakan pemerintah propinsi  tengah menggencarkan KCR (Kredit Cinta Rakyat). Masyarakat bisa meminjam dana untuk mengembangkan usahanya, jika sudah memiliki kelayakan usaha. Pemerintah Propinsi pun telah menyerahkan bantuan propinsi pada pemerintah Kota Depok, dan bantuan peralatan usaha bagi masyarakat yang memerlukan.

“Tanamkan pada diri bahwa kita adalah seorang pengusaha yang bisa memberikan manfaat buat orang lain. Sudah banyak peluang usaha di depan mata, tinggal kemauan untuk menjalankannya dan kita pasti bisa,” katanya penuh semangat.

Kunjungan di Hotel Bumi Wiyata yang berlangsung setengah hari itu benar-benar dimanfaatkannya untuk menyapa warga Depok yang hadir. Dorongan dan semangat  berwirausaha terus digencarkannya untuk meningkatkan kualitas perekonomian rakyat, terutama di Kota Depok.

Ahmad Heryawan mengakhiri acara kunjungannya dengan meneriakkan yel-yel Bisa-Bisa !, Kita Bisa !, Pasti Bisa !, Yess ! diselingi 3 tepukan penambah semangat. Warga pun menyambutnya dengan suka cita meramaikan suasana pertemuan singkat itu.