Pembebasan lahan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) akan dimulai. Rencananya, pembebasan lahan ini akan diawali dari kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.” Saat ini Pemkot Depok sudah melakukan pendataan bangunan dan tanaman. Panitia Pengadaan Tanah (P2T) sudah mendata, yakni 400 bidang di Pangkalan Jati Baru dan 90 Bidang di wilayah gandul yang sudah bisa dibebeskan,” kata Asisten Tata Praja Pemkot Depok, Sayid Kholid kepada Radar Depok, kemarin.

Sayid –sapaannya- menjelaskan, pembangunan Jalan Tol Desari dengan panjang 22,82 kilometer akan dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, jelasnya, sepanjang 6,85 km. yang akan dimulai dari Antasari hingga Cinere. Tahap Kedua sepanjang 6,3 km berjalan dari wilayah Cinere hingga Sawangan. Sedangkan tahap ketiga sepanjang 9,44 km, dari sawangan hingga Bojonggede. “Pembebasan lahan tol tersebut dimulai dari Kelurahan Pangkalan Jati,” tegasnya.

Selain diharapkan mampu mengurai kemacetan, sambungnya, jalur tol ini dapat meningkatkan perekonomian dan menguatkan visi-misi Depok sebegai kota jasa dan perdagangan. “Dengan demikian akan semakin banyak investor yang menanamkan modal di Depok,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Pangkalan Jati, Syahroni mengutarakan, pembebasan lahan harus sesuai dengan keinginan warga. Sebab, dikelurahan Pangkalan Jati, umumnya banyak perumahan yang telah memiliki surat-surat yang lengkap. Maka tak heran apabila warga meminta harga yang tinggi. “Disini kebanyakan perumahan,” tuturnya.

Pembebasan lahan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) akan dimulai. Rencananya, pembebasan lahan ini akan diawali dari kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.” Saat ini Pemkot Depok sudah melakukan pendataan bangunan dan tanaman. Panitia Pengadaan Tanah (P2T) sudah mendata, yakni 400 bidang di Pangkalan Jati Baru dan 90 Bidang di wilayah gandul yang sudah bisa dibebeskan,” kata Asisten Tata Praja Pemkot Depok, Sayid Kholid kepada Radar Depok, kemarin.

Sayid –sapaannya- menjelaskan, pembangunan Jalan Tol Desari dengan panjang 22,82 kilometer akan dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, jelasnya, sepanjang 6,85 km. yang akan dimulai dari Antasari hingga Cinere. Tahap Kedua sepanjang 6,3 km berjalan dari wilayah Cinere hingga Sawangan. Sedangkan tahap ketiga sepanjang 9,44 km, dari sawangan hingga Bojonggede. “Pembebasan lahan tol tersebut dimulai dari Kelurahan Pangkalan Jati,” tegasnya.

Selain diharapkan mampu mengurai kemacetan, sambungnya, jalur tol ini dapat meningkatkan perekonomian dan menguatkan visi-misi Depok sebegai kota jasa dan perdagangan. “Dengan demikian akan semakin banyak investor yang menanamkan modal di Depok,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Pangkalan Jati, Syahroni mengutarakan, pembebasan lahan harus sesuai dengan keinginan warga. Sebab, dikelurahan Pangkalan Jati, umumnya banyak perumahan yang telah memiliki surat-surat yang lengkap. Maka tak heran apabila warga meminta harga yang tinggi. “Disini kebanyakan perumahan,” tuturnya.

Pembebasan lahan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) akan dimulai. Rencananya, pembebasan lahan ini akan diawali dari kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere.” Saat ini Pemkot Depok sudah melakukan pendataan bangunan dan tanaman. Panitia Pengadaan Tanah (P2T) sudah mendata, yakni 400 bidang di Pangkalan Jati Baru dan 90 Bidang di wilayah gandul yang sudah bisa dibebeskan,” kata Asisten Tata Praja Pemkot Depok, Sayid Kholid kepada Radar Depok, kemarin.

Sayid –sapaannya- menjelaskan, pembangunan Jalan Tol Desari dengan panjang 22,82 kilometer akan dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, jelasnya, sepanjang 6,85 km. yang akan dimulai dari Antasari hingga Cinere. Tahap Kedua sepanjang 6,3 km berjalan dari wilayah Cinere hingga Sawangan. Sedangkan tahap ketiga sepanjang 9,44 km, dari sawangan hingga Bojonggede. “Pembebasan lahan tol tersebut dimulai dari Kelurahan Pangkalan Jati,” tegasnya.

Selain diharapkan mampu mengurai kemacetan, sambungnya, jalur tol ini dapat meningkatkan perekonomian dan menguatkan visi-misi Depok sebegai kota jasa dan perdagangan. “Dengan demikian akan semakin banyak investor yang menanamkan modal di Depok,” ungkapnya.

Terpisah, salah satu warga Kelurahan Pangkalan Jati, Syahroni mengutarakan, pembebasan lahan harus sesuai dengan keinginan warga. Sebab, dikelurahan Pangkalan Jati, umumnya banyak perumahan yang telah memiliki surat-surat yang lengkap. Maka tak heran apabila warga meminta harga yang tinggi. “Disini kebanyakan perumahan,” tuturnya.