Kebersihan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Lingkungan yang bersih selain terlihat indah oleh mata tentu akan membawa dampak positif bagi kesehatan yaitu tidak dapat berkembangnya bibit penyakit misalnya nyamuk.
Untuk itu Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok dalam mewujudkan Depok bersih dan hijau telah melakukan berbagai upaya. Diantaranya dengan melakukan Gerakan Depok memilah, sosialisasi komposting, pembinaan lapak-lapak, lomba kebersihan, dan juga pembinaan yang melibatkan swasta, demikian disampaikan Anak Agung Made Staf Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok kemarin (18/1) di Kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok.
Gerakan Depok Memilah sendiri adalah upaya mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sampah rumah tangga dengan gerakan 3 R (reduce, re-use, re-cycle). Re-duce adalah gerakan mengurangi sampah. Hal yang mudah yang dapat diterapkan  dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan melakukan membawa kantong/tas ketika belanja, sehingga mengurangi kantong plastik yang biasanya dijadikan pembungkus barang belanjaan. Re-use adalah menggunakan kembali sampah yang masih bisa dipakai misalnya dengan memanfaatkan plastik/kain limbah rumah tangga sebagai bahan kerajinan tangan. Re-cycle dapat dilakukan dengan memilah sampah-sampah koran, plastik, kaleng dengan menjualnya ke lapak-lapak di sekitar rumah kita. Dengan kegiatan 3R ini selain mengurangi sampah juga akan berdampak ekonomis menambah penghasilan rumah tangga. Sedangkan untuk sampah organik diolah dengan menggunakan keranjang Takakura.
Pembinaan lapak juga dilakukan oleh pihak DKP. Lapak – lapak ini membeli sampah rumah tangga dari masyarakat yang bernilai ekonomis. Diantaranya untuk Kecamatan Cilodong yang berada di sekitar Perumahan Cening Ampe, Perumahan Manggis Indah, Bulak 17, Pasar BBM, Perumahan PGRI, Perumahan Depok Permai, Perumahan Graha Prima. PT. Arista, perumahan Kemang Swatama, PT. Galkso, Pondok Tirta Mandala, Perumahan Kali Baru, Perumahan Vila Pertiwi, Grand Depok City Sektor Roma, Perumahan Taman Cimanggis.
Menurut Made, untuk mewujudkan Depok bersih, Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah melakukan upaya sosialisasi ke Rukun Warga di wilayah Depok. Kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi dan komposting rumah tangga. Pada tahun 2011 ada beberapa rukun warga yang mendapatkan pelatihan diantaranya RW 12 kel baktijaya, RW 08 kel Kalimulya, RW 10 kel Tugu, RW 01 Pangkalan Jati, RW 11 Kel. Grogol, RW 13 Kel. Tapos, RW 10 Kel. Tugu dan setiap pelatihan dibagikan pula keranjang Takakura.
Made menambahkan, bagi masyarakat Kota Depok yang ingin di lingkungan tempat tinggalnya diadakan pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga dapat  menghubungi Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok  Jl. Tole Iskandar No. 11, Sukmajaya, Kota Depok, telepon (021) 77834688.
@Tim Liputan Diskominfo
Stiker-stiker yang dicetak DKP untuk kegiatan Sosialisasi Komposting :









1 Pebruari 2012 at 20:40:29
Upaya yg,.baus,namun penuh pertanyaan,dikemanakankah sampaitu,karena bisa saja disisi depan terlihat bersih sampah,tapi dibalik itu sampah terlihat kumuh skali,sedangkan soal olah-olahan menurut saya sama skali tidak mengurani jumla sampah,sama skali tidak menurangi sampah,itu jelas skali,karena apa,tanpa adanya pilah dan olah dari piak pengelola persampahan itu sdh.berjalan mulus(pr.pemulung tanpa diundang sdh.sangat giat dlm.hal itu)maka seyogyanya penanganan diarahkan yg.tepat yaitu sampah-2 diluar itu yg.jumlahnya sekitar 80 persen,terkumpul setiap hari yg.tak lama pasti menggunung,pd.hal semua tahu sampah-2 yg.demikian itu,kotor,basah busuk berbau dan sangat menjijikkan skali, itulah yg.menurut saya perlu tindak lanjut.Trima kasih dan mhn.maaf.
1 Pebruari 2012 at 20:50:25
Cara untuk mengatasi persoalan sampah-2 yg.sama skali tidak dapat dimanfaatkan tsb.mungkin belum ada dan bila ada mungkin belum mampu atau dengan beaya yg.sangat tinggi,untuk itu saya temukan cara yg.sangat sederhana,praktis dan operasionalnya mudah juga tanpa bhn.bakar apapun,nila berkenan(buka)teknologi pemusnah sampah,adalah alat pemusnah sampah yg.bisa dibilang pasti berhasil,berdasarkan pengalaman dari thn.2006 tgl.03 Januari hingga sekarang berjalan lancar,termasuk generasi berikutnya pd.beberapa tempat(sekitar 50 unit)di perumahan,sekolahan,pasar ponpes juga pabrik/perusahaan,semuanya berhasil sesuai harapan mengatasi sampah yg.ada.Saya penemu cara ini tidak memproduksi dan tidak menjual sekedar membantu bagi yg.memerlukan.Trima kasih.