Masalah anak jalan bukanlah sebuah permasalahan baru, fenomena sosial ini kerap terjadi di kota-kota besar di tanah air, seperti halnya Kota Depok kota yang baru berumur 10 tahun ini pun juga ikut merasakan fenomena tersebut.

Namun anak jalanan biar bagaimanapun tetap merupakan aset bangsa yang memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal, sayangnya hidup di jalanan itu sangat membahayakan jiwa mereka baik secara pisik ataupun psikologis.

Sesuatu yang pasti terjadi oleh anak jalanan di Depok ini adalah bahwa mereka kerap kali mengalami eksploitasi ekonomi oleh orang dewasa dan orang tuanya .

Mereka rentan terhadap kekerasan fisik, sosial dan seksual dan mereka juga sering terpaksa harus menjadi pengguna dan pengedar Narkoba atau terlibat kejahatan.

Yang sangat disayangkan lagi adalah umumnya anak jalanan tidak lagi hidup bersama keluarganya, tidak bersekolah, dan tidak  memiliki orang dewasa atau lembaga yang merawat mereka.

Berdasarkan penelitian, faktor penyebabnya adalah karena kemiskinan yang diyakini sebagai sumber permasalahan utama yang melahirkan fenomena anak jalanan. Sebab banyak keluarga  miskin cenderung menyuruh anak mereka bekerja. Selain itu, tidak sedikit anak-anak yang menjadi anak jalanan karena keluarga tidak harmonis dan ditelantarkan oleh keluarganya.

Menyikapi kasus ini Kepala Dinaskersos Kota Depok Abdul Haris mengatakan bahwa, ”penanggulangan anak jalanan di Kota Depok itu beragam, namun pastinya yang biasa kami lakukan adalah dengan melakukan pendataan, mengindentifikasi permasalahan yang terjadi tehadap diri mereka atau yang biasa kita sebut dengan proses assessment dan  memberikan tindakan,” ucapnya.
“Adapun tindakan yang kami berikan yaitu dengan melakukan proses pembinaan, pengembangan dan proses pemberdayaan ataupun proses pemulangan kembali ke orang tuanya agar tidak menjadi lagi anak jalanan, jadi kami siap menangani kasus anak jalanan di Kota Depok,” ucapnya. (TD)