Humas Protokol Setda Kota Depok

Press Release
Senin, 20 Februari 2012
 

Wakil Walikota Depok H. M Idris Abdul Shomad hadir dalam Launching Program Pendidikan Terpadu Anak Harapan (Dikterapan) Provinsi Jawa Barat di Pondok Pesantren Fathul Khoir Kota Depok Jl. Sumur Bandung III, Kel. Harjamukti Kec. Cilodong, Senin (20/2). Launching yang resmi diluncurkan oleh Menteri Agama RI Drs. H. Suryadharma Ali, M.Si dengan mengucap basmallah dan penandatanganan batu prasasti asrama putra, dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam Kemenag beserta jajarannya, Ketua MUI Jawa Barat, Kepala Kantor Kementerian Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia, para Muspida se-Kota Depok, Ketua Pondok Pesantren se-Jawa Barat, DKI, dan Banten, serta Ketua Pondok Pesantren Fathur Khair dan para pengurusnya.

“Selamat datang kepada Menteri Agama RI beserta jajarannya di Kota Depok. Pendidikan memang bukanlah segala-galanya, tetapi segala permasalahan bangsa berawal dari pendidikan dan dapat terselesaikan juga karena pendidikan. Untuk itu, Kami menyambut baik adanya program Dikterpan di Kota Depok, semoga program ini bisa melahirkan dan mewujudkan pendidikan yang berakhlakul karimah” harap Wakil Walikota.

Ketua Panitia Launching memaparkan, program ini merupakan proses pendidikan bagi anak jalanan, anak terlantar, dan kelompok marjinal, melalui lembaga pendidikan keagamaan berasrama yang memberikan pelayanan secara terintegrasi dan komprehensif dalam tiga bentuk, yaitu pelayanan pendidikan terpadu, pelayanan pengasuhan melalui kehidupan berasrama untuk menjalin hubungan kekeluargaan dan meningkatkan kemampuan bermasyarakat, serta pelayanan atas hak-hak untuk memperoleh layanan kesehatan, perlindungan hukum dan hak-hak dasar lainnya.. “Program ini digulirkan di 8 Provinsi dengan 10000 santri dan 300 pondok pesantren di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jogja, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Banten, dan Jawa Timur” papar Ketua Panitia.

Ditengah-tengah acara, para tamu disuguhkan penampilan dari para santri, seperti puisi, lagu, dan tilawah. Suryadharma Ali mengaku bangga dan memberikan apresiasi kepada para santri yang telah menunjukan kemampuan dan keterampilannya. “Kepekaan Pemerintah sangat perlu dan harus terus ditingkatkan untuk melihat lingkungannya agar bersama-sama dapat membenahi anak jalanan, karena anak jalanan juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki kemampuan seperti anak-anak lainnya. Anak jalanan harus mendapat pendidikan yang cukup sehingga mereka dapat bekal yang cukup untuk menapak masa depan yang lebih baik di masa datang. Pendidikan jauh lebih penting daripada hidup di jalanan, pondok pesantren dengan program Dikterapan ini menjanjikan masa depan yang lebih baik. Belajarlah dengan baik di pondok pesantren ini, jangan sia-siakan kesempatan yang ada, karena kesempatan yang baik tidak akan dating dua kali. Belajarlah dan raihlah masa depan yang lebih cemerlang sehingga dapat menjadi Pemimpin yang mempunyai rasa dan hati nurani untuk memperhatikan masyarakat yang tidak beruntung dan jadilah calon pemimpin yang dapat membangun kebersamaan seluruh masyarakat” tutur Suryadharma Ali.

Usai Launching, Wakil Walikota bersama Menteri Agama berkeliling Stand untuk melihat hasil karya santri Diterapan. Ada 17 stand, 15 berasal dari Jawa Barat dan 2 dari DKI Jakarta. Saat berkeliling, Wakil Walikota dan Menteri Agama sempat mencicipi kripik kulit pisang buatan santri.

Kepala Bagian
Humas dan protokol
Setda Kota Depok
Diah Sadiah, S.Sos.MSi
NIP. 1968 0913 199603 2 005