Pelaksanaan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kota Depok terus berlangsung. Sekitar 20 Kelurahan telah menjalankan sistem pembuatan e-KTP, hingga membuat beberapa operator harus bekerja ekstra.

Kepala Bidang Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Epi Yanti menjelaskan, pembuatan e-KTP saat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, salah satunya kehadiran masyarakat dalam membuat e-KTP.

“Maka dari itu, kami ingin memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang cepat dalam pembuatan e-KTP,”ungkapnya.

Selain itu menurutnya, jumlah rekapitulasi pembuatan e-KTP Dari 20 kelurahan yang masuk ke Disdukcapil hingga 19 Oktober 2011 mencapai 28.874, dengan jumlah pembuat e-KTP  terbanyak terdapat di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, yaitu sebanyak 2.954. Sedangkan jumlah terkecil terdapat di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, yaitu hanya 16 pembuat e-KTP. “Karena di wilayah Krukut, Kecamatan Limo, e-KTP baru di sosialisasikan. Jadi belum menyeluruh,”ujarnya.

Meskipun begitu, Epi-sapaannya menuturkan, masih terdapat hambatan dalam pembuatan e-KTP. Yaitu kurangnya sarana penunjang atau peralatan e-KTP. Saat ini baru 20 unit, sedangkan idealnya 85 unit.

Hal serupa diungkapkan sekertaris disdukcapil, Dadang Wihana. Menurutnya, idealnya untuk memperlancar para petugas dalam membuat e-KTP di Kota Depok harus ada 85 unit alat e-KTP. Disdukcapil sendiri akan mengadakan evaluasi pencapaian kinerja operator e-KTP pada jumat 21 Oktober 2011.

“Untuk mengantisipasi hal itu, Departemen Pusat akan meminjamkan alat untuk mempercepat perbuatan e-KTP, serta memaksimalkan kinerja operator, hingga pelayanan e-KTP dapat tercapai,” pungkasnya.

 

Pelaksanaan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kota Depok terus berlangsung. Sekitar 20 Kelurahan telah menjalankan sistem pembuatan e-KTP, hingga membuat beberapa operator harus bekerja ekstra.

Kepala Bidang Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Epi Yanti menjelaskan, pembuatan e-KTP saat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, salah satunya kehadiran masyarakat dalam membuat e-KTP.

“Maka dari itu, kami ingin memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat yang cepat dalam pembuatan e-KTP,”ungkapnya.

Selain itu menurutnya, jumlah rekapitulasi pembuatan e-KTP Dari 20 kelurahan yang masuk ke Disdukcapil hingga 19 Oktober 2011 mencapai 28.874, dengan jumlah pembuat e-KTP  terbanyak terdapat di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Cimanggis, yaitu sebanyak 2.954. Sedangkan jumlah terkecil terdapat di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, yaitu hanya 16 pembuat e-KTP. “Karena di wilayah Krukut, Kecamatan Limo, e-KTP baru di sosialisasikan. Jadi belum menyeluruh,”ujarnya.

Meskipun begitu, Epi-sapaannya menuturkan, masih terdapat hambatan dalam pembuatan e-KTP. Yaitu kurangnya sarana penunjang atau peralatan e-KTP. Saat ini baru 20 unit, sedangkan idealnya 85 unit.

Hal serupa diungkapkan sekertaris disdukcapil, Dadang Wihana. Menurutnya, idealnya untuk memperlancar para petugas dalam membuat e-KTP di Kota Depok harus ada 85 unit alat e-KTP. Disdukcapil sendiri akan mengadakan evaluasi pencapaian kinerja operator e-KTP pada jumat 21 Oktober 2011.

“Untuk mengantisipasi hal itu, Departemen Pusat akan meminjamkan alat untuk mempercepat perbuatan e-KTP, serta memaksimalkan kinerja operator, hingga pelayanan e-KTP dapat tercapai,” pungkasnya.