Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H/2012 M tingkat Kota Depok berlangsung pada Kamis (23/2) di halaman kantor Balai Kota Depok. Dengan mengambil tema, “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhamad Saw 1433 H/2012 M Kita Aktualisasikan Suri Tauladan Rosulullah Saw dalam Kehidupan Bangsa demi Terwujudnya Kota Depok yang Maju dan Sejahtera.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Depok, H. M Idris Abdul Shomad, Ketua DPRD Depok, Drs. Rintis Yanto, Sekretaris Daerah Ety Suryahati, SE, M.Si, Ketua PHBI Ir. Utuh Karang Topanesa, jajaran Muspida, perwakilan OPD, Tim Penggerak PKK dan masyarakat yang tergabung dalam majelis taqlim di Kota Depok.

Ustadz Fikri Haykal Zainuddin MZ yang hadir sebagai penceramah menyampaikan pesan bahwa peringatan maulid merupakan bukti kecintaan kita kepada Rosulullah Saw. Nabi Muhammad Saw mencintai kita, bukti kecintaannya yang pertama memilih hidup sederhana di dunia. Rosulullah memiliki kebiasaan sarapan dengan hanya seteguk zam-zam dan 2 buah kurma, serta tidur hanya beralaskan pelepah pohon kurma. Ketika Allah menanyakan apa yang dibutuhkan olehnya, Beliau menjawab, ” Ya Allah, aku tidak akan bisa senang jika ada satu umatku yang masuk neraka. “

Kedua, ketika ajal sudah dekat terjadi pada tanggal 12 Robiulawal, Allah Swt menjanjikan kemuliaan Rosulullah, bahwa pintu-pintu langit telah terbuka dan malaikat berbaris menunggu kedatangan ruhnya. Ia menanyakan nasib ummatnya sepeninggalnya, dan Allah Swt menjawab melalui perantaraan Malaikat Jibril, bahwa Allah melarang surga dimasuki umat lain sebelum umat Rosulullah memasukinya.

Ketiga, ketika Malaikat Maut telah diutus Allah untuk mengambil nyawanya, kalimat terakhir yang diucapkan Rosulullah Saw adalah sholati, annisa, ummait. Itu adalah wasiat terakhir Rosulullah pada para sahabat yang berkumpul ketika itu. Rosulullah tidak memanggil bangsanya, sukunya, anak-anaknya namun umatnya. Ini adalah bukti cintanya pada kita. Sebuah pesan moral pada kita ummatnya, jika ingin hidup bersamanya di surga nanti, maka perhatikan dan perbaiki sholat kita. Sebab sholat adalah amal pertama yang akan dihisab. Perhatikan dan perbaiki akhlak wanita (annisa), karena wanita adalah tonggak kehidupan. Rusak nilai sebuah bangsa jika rusak moral wanitanya, tinggi nilai sebuah bangsa jika tinggi nilai wanitanya.

Untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Rosulullah Saw ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Diantaranya pertama hidup jangan jauh dari ulama. Karena melalui ulama kita mengetahui sholat yang benar sesuai dengan tuntunan Rosulullah Saw, dan bertanya pada ulama hingga kita dapat membedakan yang halal dan haram. Kedua Mencintai Rosulullah, dengan hadir, rajin dan senang di majelis-majelis ilmu, sebagai kebutuhan rohani kita dan menghindarkan diri dari penyakit batin.

Diakhir ceramahnya Ustadz Fikri mengajak umat Islam untuk meningkatkan iman dan taqwa pada Allah Swt yang merupakan wujud kecintaan kita kepada Rosulullah Saw.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1433 H/2012 M tingkat Kota Depok berlangsung pada Kamis (23/2) di halaman kantor Balai Kota Depok. Dengan mengambil tema, “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhamad Saw 1433 H/2012 M Kita Aktualisasikan Suri Tauladan Rosulullah Saw dalam Kehidupan Bangsa demi Terwujudnya Kota Depok yang Maju dan Sejahtera.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Walikota Depok, H. M Idris Abdul Shomad, Ketua DPRD Depok, Drs. Rintis Yanto, Sekretaris Daerah Ety Suryahati, SE, M.Si, Ketua PHBI Ir. Utuh Karang Topanesa, jajaran Muspida, perwakilan OPD, Tim Penggerak PKK dan masyarakat yang tergabung dalam majelis taqlim di Kota Depok.
Ustadz Fikri Haykal Zainuddin MZ yang hadir sebagai penceramah menyampaikan pesan bahwa peringatan maulid merupakan bukti kecintaan kita kepada Rosulullah Saw. Nabi Muhammad Saw mencintai kita, bukti kecintaannya yang pertama memilih hidup sederhana di dunia. Rosulullah memiliki kebiasaan sarapan dengan hanya seteguk zam-zam dan 2 buah kurma, serta tidur hanya beralaskan pelepah pohon kurma. Ketika Allah menanyakan apa yang dibutuhkan olehnya, Beliau menjawab, ” Ya Allah, aku tidak akan bisa senang jika ada satu umatku yang masuk neraka. ”
Kedua, ketika ajal sudah dekat terjadi pada tanggal 12 Robiulawal, Allah Swt menjanjikan kemuliaan Rosulullah, bahwa pintu-pintu langit telah terbuka dan malaikat berbaris menunggu kedatangan ruhnya. Ia menanyakan nasib ummatnya sepeninggalnya, dan Allah Swt menjawab melalui perantaraan Malaikat Jibril, bahwa Allah melarang surga dimasuki umat lain sebelum umat Rosulullah memasukinya.
Ketiga, ketika Malaikat Maut telah diutus Allah untuk mengambil nyawanya, kalimat terakhir yang diucapkan Rosulullah Saw adalah sholati, annisa, ummait. Itu adalah wasiat terakhir Rosulullah pada para sahabat yang berkumpul ketika itu. Rosulullah tidak memanggil bangsanya, sukunya, anak-anaknya namun umatnya. Ini adalah bukti cintanya pada kita. Sebuah pesan moral pada kita ummatnya, jika ingin hidup bersamanya di surga nanti, maka perhatikan dan perbaiki sholat kita. Sebab sholat adalah amal pertama yang akan dihisab. Perhatikan dan perbaiki akhlak wanita (annisa), karena wanita adalah tonggak kehidupan. Rusak nilai sebuah bangsa jika rusak moral wanitanya, tinggi nilai sebuah bangsa jika tinggi nilai wanitanya.
Untuk menumbuhkan rasa cinta kita kepada Rosulullah Saw ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Diantaranya pertama hidup jangan jauh dari ulama. Karena melalui ulama kita mengetahui sholat yang benar sesuai dengan tuntunan Rosulullah Saw, dan bertanya pada ulama hingga kita dapat membedakan yang halal dan haram. Kedua Mencintai Rosulullah, dengan hadir, rajin dan senang di majelis-majelis ilmu, sebagai kebutuhan rohani kita dan menghindarkan diri dari penyakit batin.
Diakhir ceramahnya Ustadz Fikri mengajak umat Islam untuk meningkatkan iman dan taqwa pada Allah Swt yang merupakan wujud kecintaan kita kepada Rosulullah Saw.