Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dinas Peternakan dan Perikanan (Distankan) Kota Depok Kecamatan Tapos, akan dijadikan RPH Regional, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)-nya akan ditingkatkan fungsinya. Hal tersebut disampaikan Kepala RPH Distankan Kota Depok, Alvian. Menurutnya, IPAL yang dibangun pada tahun 2009 ini, debit atau daya tampungnya akan ditambah. Dimana, saat ini hanya mampu menampung 170 meter kibik, menjadi 600 sampai 700 meter kibik.

Selain meningkatkan debit, pihaknya juga akan menambah sistem baru, yakni sistem An Aerob. Dimana proses penguraian limbahnya, diolah dengan bakteri yang dikombinasikan dengan system Ozoniasi. Limbah air yang dihasilkan  bisa dimanfaatkan lagi. Contohya untuk membersihkan kandang sapi. Dengan begitu bisa mengurangi kebutuhan air di RPH. Rencana tersebut akan direalisasikan tahun ini. Limbahnya akan difermentasi oleh bakteri sehingga akan terpisah antara air dan cairan, yang kental seperti darah. Selanjutnya, diolah lagi dengan bantuan blower, cairannya di urai atau jernihkan.

“Limbah tersebut selalu ada setiap hari selama ada pemotongan,” tuturnya. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan, tiap sapi minimal bisa menghasilkan limbah satu liter. Limbah sapi itu terdiri dari limbah cair dan limbah gas. Dimana limbah gas merupakan hasil pembakaran limbah padat.