Pelaksanaan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kota Depok terus berlangsung sampai saat ini. e-KTP dinilai bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan Negara khususnya untuk mencegah dan menutup peluang adanya KTP ganda atau palsu.Dengan begitu, penduduk yang memiliki e-KTP akan merasa aman karena KTPnya tidak akan disalahgunakan oleh pihak lain.

Kasie Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Yenny Fransiska L, S.Kom memberikan keterangan bahwa saat ini proses perekaman e-KTP sudah berjalan di 46 kelurahan di Kota Depok. Dalam proses ini, Disdukcapil menugaskan di tiap-tiap kelurahan dua orang petugas  sebagai Operator dan  Register Perekaman e-KTP

Selain itu menurutnya, alat perekam e-KTP yang disediakan Disdukcapil saat ini  berjumlah 51 unit yang tersebar di  46 kelurahan. Berdasarkan data yang masuk ke Disdukcapil hingga 26 Januari 2012, rekapitulasi penduduk yang telah melaksanakan perekaman e-KTP  mencapai 256.950 jiwa.

Mekanisme dan Prosedur Perekaman e-KTP di kelurahan

  • Penduduk mendapat surat undangan  untuk  jadwal perekaman e-KTP
  • Penduduk ( wajib KTP ) yang diundang datang ke lokasi perekaman data dengan membawa surat undangan dan  KTP Asli
  • Sesuai urutan kedatangan, penduduk diverifikasi data kependudukannya oleh petugas, kemudian dilanjutkan  dengan perekaman data yang dimulai dengan pengambilan foto, scan  tanda tangan, sidik jari dan iris mata.
  • Apabila data yang diverifikasi sudah ok maka proses perekaman telah selesai
  • Biodata penduduk yang tersimpan dalam database kependudukan berbasis NIK dan data sidik jari yang tersimpan dalam database sidik jari akan tersimpan dalam chip yang terdapat pada e-KTP

Meskipun begitu, menurut Yenny-sapaannya-, jika masih  ada penduduk yang belum merekam data      e-KTP sesuai jadwal pada surat undangan, maka penduduk dapat melakukan perekaman di kelurahan-kelurahan pada satu kecamatan sesuai dengan domisilinya.

Pelaksanaan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kota Depok terus berlangsung sampai saat ini. e-KTP dinilai bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan Negara khususnya untuk mencegah dan menutup peluang adanya KTP ganda atau palsu.Dengan begitu, penduduk yang memiliki e-KTP akan merasa aman karena KTPnya tidak akan disalahgunakan oleh pihak lain.

Kasie Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Yenny Fransiska L, S.Kom memberikan keterangan bahwa saat ini proses perekaman e-KTP sudah berjalan di 46 kelurahan di Kota Depok. Dalam proses ini, Disdukcapil menugaskan di tiap-tiap kelurahan dua orang petugas  sebagai Operator dan  Register Perekaman e-KTP

Selain itu menurutnya, alat perekam e-KTP yang disediakan Disdukcapil saat ini  berjumlah 51 unit yang tersebar di  46 kelurahan. Berdasarkan data yang masuk ke Disdukcapil hingga 26 Januari 2012, rekapitulasi penduduk yang telah melaksanakan perekaman e-KTP  mencapai 256.950 jiwa.

Mekanisme dan Prosedur Perekaman e-KTP di kelurahan

  • Penduduk mendapat surat undangan  untuk  jadwal perekaman e-KTP
  • Penduduk ( wajib KTP ) yang diundang datang ke lokasi perekaman data dengan membawa surat undangan dan  KTP Asli
  • Sesuai urutan kedatangan, penduduk diverifikasi data kependudukannya oleh petugas, kemudian dilanjutkan  dengan perekaman data yang dimulai dengan pengambilan foto, scan  tanda tangan, sidik jari dan iris mata.
  • Apabila data yang diverifikasi sudah ok maka proses perekaman telah selesai
  • Biodata penduduk yang tersimpan dalam database kependudukan berbasis NIK dan data sidik jari yang tersimpan dalam database sidik jari akan tersimpan dalam chip yang terdapat pada e-KTP

Meskipun begitu, menurut Yenny-sapaannya-, jika masih  ada penduduk yang belum merekam data      e-KTP sesuai jadwal pada surat undangan, maka penduduk dapat melakukan perekaman di kelurahan-kelurahan pada satu kecamatan sesuai dengan domisilinya.

Pelaksanaan pembuatan Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Kota Depok terus berlangsung sampai saat ini. e-KTP dinilai bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan Negara khususnya untuk mencegah dan menutup peluang adanya KTP ganda atau palsu.Dengan begitu, penduduk yang memiliki e-KTP akan merasa aman karena KTPnya tidak akan disalahgunakan oleh pihak lain.

Kasie Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Yenny Fransiska L, S.Kom memberikan keterangan bahwa saat ini proses perekaman e-KTP sudah berjalan di 46 kelurahan di Kota Depok. Dalam proses ini, Disdukcapil menugaskan di tiap-tiap kelurahan dua orang petugas  sebagai Operator dan  Register Perekaman e-KTP

Selain itu menurutnya, alat perekam e-KTP yang disediakan Disdukcapil saat ini  berjumlah 51 unit yang tersebar di  46 kelurahan. Berdasarkan data yang masuk ke Disdukcapil hingga 26 Januari 2012, rekapitulasi penduduk yang telah melaksanakan perekaman e-KTP  mencapai 256.950 jiwa.

Mekanisme dan Prosedur Perekaman e-KTP di kelurahan

  • Penduduk mendapat surat undangan  untuk  jadwal perekaman e-KTP
  • Penduduk ( wajib KTP ) yang diundang datang ke lokasi perekaman data dengan membawa surat undangan dan  KTP Asli
  • Sesuai urutan kedatangan, penduduk diverifikasi data kependudukannya oleh petugas, kemudian dilanjutkan  dengan perekaman data yang dimulai dengan pengambilan foto, scan  tanda tangan, sidik jari dan iris mata.
  • Apabila data yang diverifikasi sudah ok maka proses perekaman telah selesai
  • Biodata penduduk yang tersimpan dalam database kependudukan berbasis NIK dan data sidik jari yang tersimpan dalam database sidik jari akan tersimpan dalam chip yang terdapat pada e-KTP

Meskipun begitu, menurut Yenny-sapaannya-, jika masih  ada penduduk yang belum merekam data      e-KTP sesuai jadwal pada surat undangan, maka penduduk dapat melakukan perekaman di kelurahan-kelurahan pada satu kecamatan sesuai dengan domisilinya.