Yang perlu diingat oleh masyarakat menurut walikota adalah : “Kita tidak boleh menjadikan Margonda satu-satunya tujuan orang datang ke Depok. Sebab daerah yang lainnya akan mengalami pembangunan yang sama seperti Margonda, di tahun 2011 kita akan membangun Terminal Jati Jajar yang konstruksi jembatan dan persiapan lahannya akan direalisasikan Insya Allah pada tahun 2010 ini,” ucapnya.
“Kita akan terus menawarkan pusat pertumbuhan dan pelayanan yang potensial Depok, seperti di daerah Limo dan Cinere, akan dibangun pusat perbelanjaan baru, di Sea Games nanti juga saya akan mencoba merekomendasikan pusat pacuan kuda Limo menjadi arena yang dipakai untuk perhelatan akbar tersebut. Tidak lupa di wilayah timur dan utara. Cibubur akan dibuka sebagai wilayah kuliner, Tapos akan dibangun Rumah Pemotongan Hewan, terminal dan pasar induk untuk menyaingi pasar induk Kramat Jati. Kita punya keunggulan yaitu posisi yang dekat dengan jalan tol,” ungkap Walikota.
Begitu pula dengan Pembangunan Depok khususnya Margonda yang sangat pesat ternyata menurut Walikota Depok itu belum seberapa, sebab dirinya memiliki pandangan nantinya Margonda bersama dengan wilayah yang lain akan menjadi kota percontohan yang terbaik di Indonesia. Hal ini diutarakannya saat ditemui di Margonda Raya Sabtu (24/4). “Saya melihat Margonda belum menjadi apa-apa, Margonda belum bisa menjadi contoh model pelayanan yang terbaik. Meskipun sekarang ramai, ini masih belum seluruhnya teratur, seperti seluruh bangunan belum mundur 10 meter, titik penghijauan juga belum sempurna dan jalur trotoar dan jalur bersepeda belum terbangun, sebab Margonda yang akan dijadikan sebagai salah satu pusat niaga dan perdagangan di Kota Depok,” ucapnya.
Oleh karena itu pembangunan akan sepenuhnya merata dan menjadi semakin membaik, dan berkat dorongan semua pihak dengan bergotong royong. “Saya tidak mau membandingkan silakan nanti dilihat seperti apa nanti pertumbuhan Kota Depok,” tutup Walikota.



27 April 2010 at 15:26:25
Terminal jatijajar itu terlalu pinggir, Cibinong malah yang diuntungkan. Kalau bisa digeser ke utara (akses ke tol via pekapuran, tinggal ngelebarin). Lahan yg direncanakan untuk terminal Jatijajar untuk sekolahan saja.
28 April 2010 at 09:43:40
Margonda saya kira tidak perlu dilebarkan lagi. Kalau KRLnya bisa 5 menit sekali, orang ke Jakarta lebih seneng naik KRL express daripada naik mobil pribadi.
28 April 2010 at 21:15:36
saya selalu berfikir mengenai pembangunan Kota Depok, yang memang terkesan hanya terpusat di satu kawasan saja, yakni Jl. Margonda. Bila wacana diatas berhasil dilakukan, maka pemikiran saya (dan saya yakin banyak orang juga berfikiran sama) mungkin akan berubah mengenai kesan pengembangan kota ini.
Bahkan saya memiliki julukan sendiri untuk Kota Depok, yaitu : “Depok, The One Line City”
yang tadinya ingin saya ingin tuang ke dalam artikel, namun saja belum sempat terealisasikan ^_^’
kenapa saya sebut dengan “One Line City”; ini dikarenakan image Depok yang memang hanya mengembangkan Jl.Margonda, yang secara fisik adalah jalan dengan garis lurus terbentang (menurut saya)
maka jadilah julukan “Depok, The One Line City” dengan kawasan yang dimaksud adalah Margonda. ^_^’
mudah2n semua cita2 pembangunan Kota Depok dapat terwujud dengan sukses. Aminn
6 Mei 2010 at 00:21:44
pembangunan harus selalu disertai pemikiran AMDAL yg akurat. Pelebaran jalan pun demikian. Jangan seperti di simpang kodim (mampang) yang pelebarannya sudah terlaksana tetapi menyisakan masalah saluran air yang mana bila air kali sedang penuh maka air naik ke gorong2 hingga 200mtr kearah pemukiman warga Dan yang lebih miris lg ada rencana meninggikan badan jalan hingga 80cm dengan dalih untuk mengatasi banjir dan kemacetan, padahal justru dengan ditinggikan jalan air hujan akan menggenangi rumah warga coba diperhatikan pak lokasi ini dan saya yakin kemacetan tidak terselesaikan dengan peninggian jalan malah justru menambah tingkat kecelakaan karena posisi jalan semakin curam ke arah maharaja dimana mobil yg mau kearah depok dari sawangan akan semakin berat naeknya demikian sebaliknya dari arah depok kesawangan akan nyelonong kebawah karena tidak ada hambatan dan semakin curamnya jalan Dan anehnya lagi posisi pintu mesjid istiqomah akan berada dibawah jalan sedangkan akses kemesjid memang hanya dari sisi jalan saja. Mana solusinya karena setahu saya proyek akan dilaksakan pertengahan mei 2010 dan sosialisasi baru diadakan tanggal 5 mei 2010. Hmmmf
7 Mei 2010 at 02:39:25
Susah sekali kalau mau olahraga di margonda. Kelakaran diatas menyatakan bahwa margonda akan menjadi kawasan percontohan, dalam bidang niaga mungkin iya, tp aspek lain seperti kebutuhan jasmani juga harus diperhatikan. Baik pula dipikirkan pendirian Sports Centre ketimbang menambah pusat-pusat kuliner beranekaragam nama. Orang Depok tidak cuma butuh makan dan buang uang beli gaya hidup, tapi juga berolahraga supaya tidak hanya logistik yg penuh, tapi logika juga ikut sehat.
Komentar lain menyusul.
Ruang ini terlalu sempit.
Terima kasih.
6 Juli 2010 at 12:41:17
Saya lebih setuju kalo Terminal di bangun di daerah Pekapuran Gas Alam, Karena letaknya lebih strategis. Daerah Pekapuran Gas AlAM ITU LEBIH DEKAT KEMANA – MANA…
Tolong donk PEMDA Depok memikirkan lagi…..
24 Juli 2010 at 21:34:48
Sebagai warga Depok, saya berharap agar pembangunan Depok ke depan juga mengutamakan pejalan kaki supaya tidak lagi rebutan jalan dengan motor, angkot, dan kendaraan lainnya. Semoga kota Depok terus maju dan menjadi kota besar setara dengan kota-kota besar lain di Indonesia.. Maju terus, Depok ku! ^_^