kosmetik

Selain memperhatikan kehalalan sebuah kosmetik, dalam menggunakannya kita juga patut memperhatikan dari segi keamanannya. Mengingat saat ini banyak kandungan berbahaya yang dicampurkan sebagai salah satu bahan pada kosmetik.

Secara garis besar, kosmetik dibagi menjadi tiga kategori. Pertama, skin care yang terdiri dari cleanser, facial wash, pelembab, dan sunscreen. Kedua, Hair care yang terdiri dari shampoo, conditioner, dan tonic. Ketiga, make up decoration diantaranya lipstic, eyeshadow, blus on, bedak atau two way cake.

Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM) memiliki standar bahan yang digunakan pada kosmetik yaitu untuk produk yang mungkin termakan seperti lipstick dan pasta gigi tidak boleh mengandung bahan yang haram dan najis, sedangkan untuk produk yang digunakan di luar tubuh tidak boleh mengandung bahan-bahan najis dan bahan yang berasal dari bagian tubuh manusia seperti plasenta dan keratin dari rambut manusia.

“Demi keamanan dalam beribadah, pilihlah kosmetik yang aman, baik untuk yang mungkin termakan atau hanya di luar tubuh,” jelas Osmena Gunawan selaku narasumber saat menjelaskan mengenai Kosmetik Halal pada workshop halal di Aula Lantai 1 Balaikota Depok, Jumat (28/11/2014).

Untuk bahan berbahaya yang dilarang dalam kosmetik diantaranya merkuri yang merupakan logam berat yang bersifat racun, hidrokinon yang biasanya dipakai sebagai pencerah kulit karena dapat menghambat pembentukan melanin, asam retinoat atau tretinoin yaitu bahan yang digunakan pada sediaan “peeling” dengan mekanisme pengelupasan kulit, bahan pewarna merah K-3 (CL15585), K-10 (Rhodamin-B), jingga K-1 (CL12075), dan diethylen glycol yang merupakan zat racun pada manusia yang digunakan pada pasta gigi.

Dengan banyaknya bahan berbahaya dalam kosmetik, kita harus benar-benar jeli dalam memilihnya. Adapun kiat-kiat dalam memilih atau memakai kosmetik antara lain perhatikan komposisi bahan, pastikan kemasan tidak rusak, perhatikan tanggal pembuatan dan kadaluarsa, perhatikan peringatan dan perhatian yang ada dalam kemasan, kosmetik yang telah dikeluarkan dari wadah tidak boleh dimasukkan lagi agar menghindari kontaminasi, dan hentikan pemakaian kosmetik secara bersamaan dengan orang lain. (Indri/Diskominfo)