logodepok Selamat Datang di Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok, Cyber City, Kota ODNR dan ODNC logodepokDukung Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2013 dengan STOP MEROKOK, DEMI KESEHATAN KITA logodepokVISI KOTA DEPOK TAHUN 2011 s/d 2016: Terwujudnya Kota Depok Yang Maju dan Sejahteralogodepok Sukseskan Gerakan ODNR Untuk Wujudkan Ketahanan Pangan NasionallogodepokSukseskan Gerakan ODNC Sebagai Upaya Penghematan BBM logodepokMari Berhemat Air, Untuk Menjaga Ketersediaannya Di Musim KemaraulogodepokKenali Tetangga Terdekat Anda, Agar Terjaga Keharmonisan dan Keamanan Bersama logodepok Anda Pendatang Baru ? Laporkan Diri Anda Ke RT/RW Setempat Max. 2x24 Jam logodepok Gunakan Internet Dengan Aman, Bijak dan Bermanfaatlogodepok Sayangi Anak-Anak Kita, Jauhkan Mereka Dari Tindak Kekerasan logodepok Segera Baliknamakan Kendaraan Bermotor Anda Sekarang Juga logodepok Cek Dokumen Perizinan, Ceknomorpendaftaran SMS ke 08119593477logodepok Mari Kita Sukseskan Program Andalan Kota Depok Menjadi 1.Kota Layak Anak, 2.Kota Bersih dan Hijau, 3.Kota Tertib dan Unggul dan 4.Cyber City logodepok Gerakan Satu Hari Tanpa Nasi (ODNR) setiap Hari Selasa adalah Untuk Meningkatkan Ketahanan dan Stabilitas Panganan Lokal logodepok Sesuai Peraturan Daerah Jawa Barat No. 13 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, PAJAK PROGRESIF (bertingkat) akan diberlakukan mulai tgl 1 Januari 2012 logodepok Segera Melapor ke Samsat terdekat bila terjadi Peralihan Kepemilikan Kendaraan Bermotor Anda logodepok Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di www.dispenda.jabarprov.go.id atau hubungi kantor SAMSAT terdekat logodepok SPPT PBB Tahun 2012 Sudah Dapat Diambil di Masing-masing Kelurahan dan RT Setempat logodepok NJOP Lebih Kecil Dari 1 Milyar Tarifnya 0.125 %, sedangkan NJOP Lebih Besar Dari 1 Milyar Tarifnya 0.25 %logodepok

Menjadi Guru Profesional dan Idaman ?! Bisa !!

Sosok guru sekarang ini lebih banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat dan pemerintah. Dari berita yang paling positif sampai yang paling negatif datang dari pribadi yang menjadi teladan para murid ini. Dari suatu kisah perjuangan guru di daerah terpencil sampai tindakan seorang guru yang berlebihan dalam menghukum muridnya.

Profesi guru, akhir-akhir ini, begitu menjamur. Selain karena mendapatkan apresiasi pemerintah lewat program sertifikasi, pekerjaan menjadi guru sangat laris manis. Tak jarang jika ada lowongan pekerjaan, pos guru selalu banyak dicari oleh para lulusan-lulusan muda. Begitu banyaknya lapangan kerja untuk guru, sehingga proses perekrutan terkesan asal-asalan. Yang penting punya ijazah mengajar.

Hal ini juga didukung oleh para calon guru yang kurang mempunyai jiwa seorang pendidik, hanya sampai pada tahapan pengajar saja. Jadi, tidak sedikit proses belajar mengajar di sekolah terlihat seperti mengejar hasil tertinggi, tanpa memperhatikan proses pembelajaran dalam jangka waktu yang lama.

Menjadi guru profesional dan idaman merupakan cita-cita semua pendidik. Tapi, tidak semua guru mau menjalani proses menuju ke tingkatan tertinggi ini. Kriteria profesional dan idaman dapat dicapai dengan menjadi sosok guru yang sabar, cerdas, humoris, perhatian, dan kreatif. Profesional dalam bidangnya dan idaman karena kepribadiannya yang menginspirasi.

1. Sabar

Menjadi guru yang sabar adalah tahapan pertama yang harus dilalui. Sabar adalah refleksi dari jiwa menahan dari apa yang tidak sesuai dengan yang diharapkan dan sekaligus menguatkan diri untuk terus berusaha meraih apa yang diinginkan (Shively, 2006 yang dikutip dalam Oktaberlina, 2010). Dalam hal ini, guru harus bisa menjadi pribadi yang realistis dengan memahami bahwa kondisi setiap siswanya berbeda antara satu dengan yang lain.

Guru mesti bisa melakukan proses pembimbingan terhadap apa yang siswa sudah tahu dan secara perlahan melalui pembekalan, guru bisa menambah ilmu yang akan diberikan. Selain itu, guru harus sabar dalam mengevaluasi kembali semua skenario pengajaran yang telah dilakukan dan memperbaikinya. Hasilnya, dengan bermodalkan kesabaran, insya Allah dapat memetik kemenangan karena mampu menaklukkan hal-hal yang tidak diharapkan di dalam kelas lewat solusi-solusi bijak dan cerdas.

2. Cerdas

Membawa guru menjadi pribadi yang mempunyai kapasiltas keilmuan yang lebih daripada siswa. Meski tidak jarang, sekarang, banyak siswa yang kecerdasannya melebihi guru. “You are what you say.” Kapasitas seseorang sangatlah ditentukan dari cara dia berbicara.

Pada tingkatan kedua ini guru harus memperkaya khazanah keilmuannya dengan selalu belajar melalui sumber-sumber keilmuan yang sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan ilmu itu sendiri. Karena semakin tinggi tingkat kecerdasan seseorang, maka semakin tinggilah kualitas mengajarnya berdasarkan pertimbangannya dalam memilih materi yang disampaikan dengan menampilkan logika berbicara yang mudah untuk dipahami.

Dengan demikian, melalui kerangka berpikir guru yang ditampilkan saat proses belajar mengajar, kerangka berpikir para siswa dapat terbentuk yang nantinya sangat berperan pada pemahaman mereka terhadap materi yang diberikan. Tapi, perlu dijadikan catatan bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang datang dengan tiba-tiba, melainkan sesuatu yang harus diupayakan. Dengan kata lain, menjadi guru yang cerdas atau menjadikan siswa cerdas membutuhkan proses yang tidak singkat.

3. Humoris

Guru yang humoris harus bisa membuat suasana belajar menjadi nyaman dan menyenangkan. Guru yang memiliki nilai humor dapat menjadikan lingkungan sekitar bebas dari rasa takut. Menurut Lowman (1990) yang dikutip dalam Oktaberlina (2010), penciptaan lingkungan yang bebas dari rasa takut (stress free environment) sangatlah mendukung proses belajar siswa.

Dengan demikian, peserta didik yang tidak takut dan tertekan akan berani mengambil resiko untuk terus belajar, meski kadang melakukan kesalahan. Hal ini (melakukan kesalahan) menjadikan siswa tahu mana yang benar dan mana yang bisa dikembangkan. Pada akhirnya, siswa akan selalu termotivasi dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam proses pembelajaran.

4. Perhatian

Pada tahapan keempat, guru atau pendidik harus memiliki sense of caring. Dalam hal ini, peran guru sebagai pemerhati suasana kelas atau keadaan siswa ketika belajar menjadi hal yang utama. Ketika menjalankan peran seperti ini, mereka harus tahu kapan berhenti atau terus dalam menjalankan roda pengajaran di dalam kelas. Dengan kata lain, guru harus mampu melakukan pendekatan kepada siswa yang terlihat kesulitan dalam belajar. Selain itu, guru harus bisa menjelaskan materi berikutnya ketika semua siswa sudah bisa mengikuti dan siap menerima.

Hubungan antar siswa dengan guru yang harus dijaga baik, menjadikan guru perlu mempelajari ilmu konseling. Ilmu ini sangat berguna ketika siswa menjadikan guru sebagai sosok yang diharapkan dan dipercaya. Perhatian guru terhadap siswanya bisa berupa pemberian solusi/jawaban terhadap kesulitan belajar mereka dan berupa pengakuan dalam bentuk pujian. Pemberian pujian terhadap siswa yang melakukan kebaikan dalam belajarnya, memotivasi siswa lain melakukan hal yang serupa. Dan bagi siswa yang melakukan kesalahan, mereka mengetahui hal yang benar tanpa merasa dinasehati oleh guru. Dengan demikian, mereka dapat belajar melalui kesalahan yang dilakukan sebelumnya (learning from mistake).

5. Kreatif

Saat guru yang humoris dapat menciptakan suasana pengajaran yang menyenangkan melalui lingkungan yang bebas rasa takut, guru yang kreatif bisa menciptakan suasana pengajaran yang menyenangkan melalui sistem pengajaran yang bervariasi. Guru yang kreatif harus bisa mengimplementasikan metode pengajaran yang berbeda-beda, misalnya metode klasikal, diskusi, class project, excursion, dan lain-lain; yang disesuaikan dengan kondisi siswa dan apa yang disampaikan.

Dengan demikian, kehadiran pendidik yang kreatif akan benar-benar ditunggu oleh anak didiknya. Semakin bersemangat siswa belajar, semakin tertantang pula mereka untuk membuat gurunya bangga.

Kesimpulannya, untuk menjadi sosok pendidik profesional dan idaman bagi para siswa tidaklah sulit selama guru mau belajar dari proses yang dialami. Jangan hanya terpaku oleh hasil ulangan siswa yang kurang memuaskan. Melainkan lebih kepada suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan serta respon siswa memiliki guru yang sabar, cerdas, humoris, perhatian, dan kreatif.

Guru dikatakan biasa ketika dia hanya bisa memberitahu. Guru dikatakan baik ketika dia bisa menerangkan. Guru dikatakan superior ketika dia bisa mendemonstrasikan. Guru dikatakan besar ketika dia mampu memberikan inspirasi. Semoga para guru bisa menjadi besar dengan inspirasi yang mereka berikan kepada setiap anak didiknya. Amin.{}

By :Mohammad Faisal, S.Pd (Forum Lingkar Pena-Malang)

Ikuti komentar tulisan ini melalui RSS

2 komentar

  1. 1. Sabar
    2. Cerdas
    3. Humoris
    4. Perhatian
    5. Kreatif
    Indah, menarik, kemudian sangat cerdas cara menuliskan tutur dalam pengaturan bahasa di atas. menurut saya ungkapan2 tsb luar biasa, masalahnya saya melihat tak satupun yg berkomentar berarti semua guru di kota depok tertegun, diam dalam arti tdk menbaca, takut, masa bodo’ atau mmg sudah sangat memahami hal itu, atau ada hal lain, pokoknya sdh mengerti dan faham, tentu harapannya semua melaksanakan apa yg dimaksud. Namun di lapangan, tidk banyak guru yang seperti itu. baik di Depok atau di daerah lain, kenyataannya walau tdk seperti apa yg dikatakan dlm tulisan di atas, tidak mempengaruhi seorang guru atas kenaikan pangkat, naik jabatan bahkan mutasi ke tingkat lebih tinggi dlm dunia pendidikan. berarti artikel tsb hanyalah sebatas kata2 indah tak perlu dimaknai, toh tdk berpengaruh apapun terhadap laporan kinerja seorang guru. mari sama- sama kita hayati tulisan itu, jwa guru seperti itu haruslah dari hati bukanlah karena pekerjaan semata. Guru tetaplah guru, karakter guru berbeda2, gaya mengajar tiap guru berbeda, oleh karenanya satukan visi mari jadikan dunia pendidikan adalah dunia yang 1. MENYENANGKAN 2.MENYENANGKAN 3. MENYENANGKAN
    Walau (andai)Pemerintah Daerah tdk senang/Dinas Pendidikan tdk Senang/UPT tdk senangKepala sekolah tdk senang / guru lain tdk senang. jadilah “GURU” yang sekali lagi “MENYENANGKAN dan MENYENANGKAN bagi anak didik(Utama)” karena : hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju surga, Kebahagiaan kita adalah, saat menyadari butiran tasbih pengabdian kita kepada-Nya. Amiiin.

  2. menjadi guru adalah suatu pengabdian seseoraqng untuk membagi ilmunya , seseorang yang menjadi guru karena pengabdian otomatis akan menjadi guru profesional karena dia akan terus belajar , sesorang menjadi guru karena materi atau mengejar sertifikasi dan mendapat uang tunjangan , kan jalan di tempat kalau tujuan telah tercapai , seorang profesional guru selain mendapatkan materi seiring ke profesionlan mereka akan juga mendapatkan bonus pajang umur dan pahala karena membagi ilmunya dengan iklash – amin

Tanggapan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang harus diisi bertanda *

*
*