Dalam meningkatkan eksistensi Pariwisata di Indonesia, Universitas Pancasila (UP) akan menggandeng Pemkot Depok, dalam pengembangan ekonomi kreatif mahasiswanya. Hal ini terungkap, saat perayaan hari jadi fakultas pariwisata UP ke-3 dilantai IV fakultas Hukum UP.

Dengan tema Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Pariwisata serta hubungannya dengan Pengembangan Ekonomi Kreatif, acara ini menghadirkan staff  kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Priyono dan kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arief Budhiman.

Dekan Fakultas Pariwisata UP, Riandika Mastra mengatakan, seminar ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya pengembangan pariwisata lokal. Dimana, potensi pariwisata yang ada di tanah air belum bisa dimaksimalkan pemerintah untuk menarik wisatawan. Ditambah lagi dengan minimnya perhatian pemerintah daerah pada pengembangan potensi  sumberdaya alam masing-masing yang tidak pernah terlihat.

“Jadi kami mencoba menumbuhkan semangat dan motivasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi pariwisata guna meningkatkan devisa negara, di mana potensi ini belum pernah tergali,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pengembangan potensi wisata di Depok bakal menjadi garapan pihaknya. Banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan di kota tersebut. Seperti pengelolaan setu, hutan dan kesenian yang ada di kota Depok bakal digali. Pihaknya berharap, Pemkot dapat menerima kerja sama tersebut. “Target kami adalah mengembangkan potensi Depok. Selama ini jarang sekali ada wisatawan domestik yang mau datang ke kota itu. Bila perlu pengelolaan setu sebagai wisata alam akan kita garap bersama-sama,” ujar Riandika.

Sementara itu perwakilan pariwisata dan ekonomi kreatif, Agus Priyono menuturkan, destinasi pariwisata yang ada belum semua maksimal digali. Pasalnya, minimnya perhatian pemerintah daerah baik melalui tata kelola wilayahnya belum terlihat. Seperti perbaikan fasilitas umum, transportasi, dan kenyamanan daerah tidak sepenuhnya dilakukan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budhiman mengungkapkan, pengembangan pariwisata juga harus didukung oleh pengembangan perekonomian kreatif. Karena, selain destinasi wisata yang menarik, beberapa hasil kerajinan tangan, musik, seni budaya merupakan faktor utama untuk mengembangan pariwisata. “Jangan hanya diingat tempatnya, tetapi faktor pendukungnya juga perlu dikembangkan. Karena seorang turis akan mengingat buah tangan yang didapat dari lokasi pariwisata. Dan ini harus diperhatikan masyarakat dan pemerintah daerah,” tutupnya.

Dalam meningkatkan eksistensi Pariwisata di Indonesia, Universitas Pancasila (UP) akan menggandeng Pemkot Depok, dalam pengembangan ekonomi kreatif mahasiswanya. Hal ini terungkap, saat perayaan hari jadi fakultas pariwisata UP ke-3 dilantai IV fakultas Hukum UP.

Dengan tema Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Pariwisata serta hubungannya dengan Pengembangan Ekonomi Kreatif, acara ini menghadirkan staff  kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Priyono dan kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arief Budhiman.

Dekan Fakultas Pariwisata UP, Riandika Mastra mengatakan, seminar ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya pengembangan pariwisata lokal. Dimana, potensi pariwisata yang ada di tanah air belum bisa dimaksimalkan pemerintah untuk menarik wisatawan. Ditambah lagi dengan minimnya perhatian pemerintah daerah pada pengembangan potensi  sumberdaya alam masing-masing yang tidak pernah terlihat.

“Jadi kami mencoba menumbuhkan semangat dan motivasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi pariwisata guna meningkatkan devisa negara, di mana potensi ini belum pernah tergali,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pengembangan potensi wisata di Depok bakal menjadi garapan pihaknya. Banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan di kota tersebut. Seperti pengelolaan setu, hutan dan kesenian yang ada di kota Depok bakal digali. Pihaknya berharap, Pemkot dapat menerima kerja sama tersebut. “Target kami adalah mengembangkan potensi Depok. Selama ini jarang sekali ada wisatawan domestik yang mau datang ke kota itu. Bila perlu pengelolaan setu sebagai wisata alam akan kita garap bersama-sama,” ujar Riandika.

Sementara itu perwakilan pariwisata dan ekonomi kreatif, Agus Priyono menuturkan, destinasi pariwisata yang ada belum semua maksimal digali. Pasalnya, minimnya perhatian pemerintah daerah baik melalui tata kelola wilayahnya belum terlihat. Seperti perbaikan fasilitas umum, transportasi, dan kenyamanan daerah tidak sepenuhnya dilakukan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budhiman mengungkapkan, pengembangan pariwisata juga harus didukung oleh pengembangan perekonomian kreatif. Karena, selain destinasi wisata yang menarik, beberapa hasil kerajinan tangan, musik, seni budaya merupakan faktor utama untuk mengembangan pariwisata. “Jangan hanya diingat tempatnya, tetapi faktor pendukungnya juga perlu dikembangkan. Karena seorang turis akan mengingat buah tangan yang didapat dari lokasi pariwisata. Dan ini harus diperhatikan masyarakat dan pemerintah daerah,” tutupnya.

Dalam meningkatkan eksistensi Pariwisata di Indonesia, Universitas Pancasila (UP) akan menggandeng Pemkot Depok, dalam pengembangan ekonomi kreatif mahasiswanya. Hal ini terungkap, saat perayaan hari jadi fakultas pariwisata UP ke-3 dilantai IV fakultas Hukum UP.

Dengan tema Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Pariwisata serta hubungannya dengan Pengembangan Ekonomi Kreatif, acara ini menghadirkan staff  kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agus Priyono dan kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arief Budhiman.

Dekan Fakultas Pariwisata UP, Riandika Mastra mengatakan, seminar ini digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya pengembangan pariwisata lokal. Dimana, potensi pariwisata yang ada di tanah air belum bisa dimaksimalkan pemerintah untuk menarik wisatawan. Ditambah lagi dengan minimnya perhatian pemerintah daerah pada pengembangan potensi  sumberdaya alam masing-masing yang tidak pernah terlihat.

“Jadi kami mencoba menumbuhkan semangat dan motivasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan potensi pariwisata guna meningkatkan devisa negara, di mana potensi ini belum pernah tergali,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pengembangan potensi wisata di Depok bakal menjadi garapan pihaknya. Banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan di kota tersebut. Seperti pengelolaan setu, hutan dan kesenian yang ada di kota Depok bakal digali. Pihaknya berharap, Pemkot dapat menerima kerja sama tersebut. “Target kami adalah mengembangkan potensi Depok. Selama ini jarang sekali ada wisatawan domestik yang mau datang ke kota itu. Bila perlu pengelolaan setu sebagai wisata alam akan kita garap bersama-sama,” ujar Riandika.

Sementara itu perwakilan pariwisata dan ekonomi kreatif, Agus Priyono menuturkan, destinasi pariwisata yang ada belum semua maksimal digali. Pasalnya, minimnya perhatian pemerintah daerah baik melalui tata kelola wilayahnya belum terlihat. Seperti perbaikan fasilitas umum, transportasi, dan kenyamanan daerah tidak sepenuhnya dilakukan.

Di lain pihak, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Arie Budhiman mengungkapkan, pengembangan pariwisata juga harus didukung oleh pengembangan perekonomian kreatif. Karena, selain destinasi wisata yang menarik, beberapa hasil kerajinan tangan, musik, seni budaya merupakan faktor utama untuk mengembangan pariwisata. “Jangan hanya diingat tempatnya, tetapi faktor pendukungnya juga perlu dikembangkan. Karena seorang turis akan mengingat buah tangan yang didapat dari lokasi pariwisata. Dan ini harus diperhatikan masyarakat dan pemerintah daerah,” tutupnya.