Berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar di Jl.Cinangka, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok. Lahan tersebut dikelola oleh PT.Godong Ijo Asri secara professional dan mengedepankan keramahan pada setiap layanannya. Godongijo memiliki green house beserta perlengkapan budidaya tanaman, showroom tanaman yang di dalamnya terdapat salon tanaman, took alat pertanian, restoran, tempat pemancingan dan gedung pertemuan.

Menurut Slamet Budiarto Manajer Pemasaran Godongijo mengatakan, berdirinya kawasan wisata agro dan ekologi tersebut secara resmi tahun 2003, dengan core bisnis tanaman hias Adenium atau sering disebut Kamboja Jepang. Obsesi dikembangkan usaha tersebut ingin menjadi raja Adenium di Indonesia.

Hobi menjadi bisnis

Slamet bercerita, awalnya tempat tersebut menjadi tempat transit usaha ekspor reptil yang akan dikirim ke Pulau Bintan. Dan secara kebetulan, pemilik lahan ini, Chandra Gunawan adalah seorang hobiis tanaman hias, khususnya Adenium. Begitu proyek pengiriman reptil usai, mulai terpikirlah untuk merubah hobi menjadi peluang bisnis.

Maka pada tahun 2003, lahan tersebut dirubah menjadi kawasan agrowisata dengan beberapa fasilitas yang menarik didalamnya. Slamet menjelaskan, tanaman hias yang tersedia di Godongijo jumlahnya ada ribuan, yang terdiri dari Adenium, Aglaonema, Bromeliad, Plumeria, tanaman buah, Puring, Palem dan berbagai tanaman hias lainnya.” Kami punya seri lengkap dari tanaman-tanaman hias tersebut” ujarnya di Depok, Selasa (29/3).

Untuk Adenium sebagai tanaman unggulan, Slamet mengakui masih impor dari negara Taiwan untuk bibit induknya. Seperti diketahui, Taiwan merupakan negara penghasil budidaya tanaman jenis Adenium. Godongijo membuat persilangan-persilangan baru, sehingga muncul jenis-jenis baru Adenium.

Soal harga tanaman, Slamet menjawab, di Godongijo tersedia tanaman mulai dari harga Rp.10.000 sampai Rp. 200 juta. “Untuk yang harganya sampai ratusan juta, biasanya dari jenis Adenium yang berumur 25 tahun dengan diameter 60 cm. Dan ternyata pembelinya juga banyak di Indonesia” ungkapnya.

Fasilitas

Fasilitas pemancingan di Godongijo bernama Banyu Ijo Lake Fishing, setu seluas 4.000 meter dan kedalaman 5 meter, dilengkapi dengan tempat lesehan dan fasilitas hot spot internet. “Café atau restoran dengan hot spot sudah biasa, tapi kalau pemancingan dengan fasilitas hot spot ini yang menarik dan baru pertama kali di Indonesia” kata Slamet bangga.

Pemancingan tersebut tersedia ikan mas, lele dan patin, dengan harga pemancingan berkisar Rp.35.000/kg. Konsep fasilitas pemancingan di Godongijo adalah pemacingan keluarga serta ramah untuk ibu-ibu dan anak-anak, karena mereka bisa bersantai di tempat lesehan sambil menunggu bapak atau suaminya memancing.

Selain itu, di Godongijo yang jam bukanya dimulai dari pukul 09.00 – 17.00, juga terdapat divisi usaha Eco-tainment atau ekologi dan entertainment. Sebuah divisi yang membuat program bagi siswa TK, SD dan SMP dalam melaksanakan outing sambil belajar keragaman flora dan fauna. Programnya meliputi “Sahabat Alam”, yaitu merupakan program pendidikan lingkungan yang dikemas sesuai dengan tumbuh kembang anak, memahami ekosistem, habitat dan cara bercocok tanam yang sederhana. Kemudian, ada program “Super Map” yaitu pusat pelatihan “Fast Learning” dengan nuansa flora dan fauna. Harga dari program tersebut berkisar Rp. 50.000 – 100.000 per kepala.

Terdapat satwa yang unik di Godongijo, antara lain, kura-kura raksasa, ikan buaya, ikan Aiphama dari Sungai Amazon serta Phyton dengan panjang 7,5 meter. Tak heran,jika tempat ini banyak dikunjungi siswa-siswa TK – SMP untuk melakukan outing. Masih ada lagi, Godongijo juga mempunyai tempat restoran yang bernama Botanical Café dengan menyajikan makanan khas Indonesia dan Thailand. Restoran dengan pemandangan taman-taman yang asri membuat para pengunjung betah berjam-jam di tempat itu. “Soal harga dijamin murah meriah versi kaki lima dan makanannya jelas berkualitas bintang lima” Kata Slamet sambil tersenyum.