PRESS RELEASE
HUMAS DAN PROTOKOL KOTA DEPOK, 30 Maret  2011

Rabu (30/3) pagi, H. Idris Abdul Somad bertandang ke toko obat di Jl. Raya Kedaung Rt. 02/07, Cinangka-Wates. Kedatangan orang kedua di Depok yang didampingi oleh Kadis Kesehatan ke toko obat dan depot jamu tradisoanl Al-Kausar bertujuan untuk menegakan hukum di bidang kesehatan secara konsisten. “Sidak ini merupakan program tahunan yang selalu dilakukan oleh Dinkes. Sidak kali ini menitikberatkan pada perijinan pendirian toko obat dan penjualan obat ilegal” ujar Kadiskes Hardiono. Hardiono juga menginformasikan bahwa masih banyak toko obat di Kota Depok yang tak berijin dan akan ditertibkan oleh Dinkes.

Sidak yang didampingi pula oleh Camat Bojongsari Usman Haliyana, ditemukan berbagai macam obat keras yang dilarang untuk diperjualbelikan di toko obat. “Di toko ini, kami menemukan banyak obat keras bertanda merah yang artinya dilarang untuk diperjualbelikan karena harus disertai dengan resep dokter. Semua obat bertanda merah itu tidak boleh ada di toko obat, yang boleh berada di toko obat hanyalah obat yang bertanda biru dan hijau. Selain itu, di toko yang tidak memiliki ijin pendirian ini, juga terdapat beberapa kaplet pil KB yang seharusnya hanya ada di puskesmas. Pil KB tersebut khusus diperuntukan bagi warga miskin karena akan dibagikan secara gratis oleh puskesmas. Selain kedua jenis obat tersebut, kami juga menemukan obat cina yang illegal karena tidak tercantum ijin dari Depkes dalam lebel obat tersebut” papar Wakil Walikota.

“Sidak ini kami lakukan untuk menjaga keselamatan warga dari obat-obat keras dan illegal, serta untuk menertibkan dan mendisiplinkan para penjual obat sehingga semua toko obat yang ada di Depok sesuai dengan prosedur yang berlaku” jelas Wakil Walikota. Sidak yang berakhir di Klinik & Apotek Putra Medika di Jl. Pahlawan No. 4, Cinagka-Sawangan, Wakil Walikota beserta jajarannya menemukan pula beberapa obat keras dan pil KB yang dilarang untuk diperjualbelikan serta masa perijinan klinik yang telah berakhir dan belum diperpanjang lagi. Diakhir sidak, orang kedua di Depok menghimbau kepada para penjual obat untuk secepatnya mengurus perijinan pendirian toko agar obat-obat yang telah disita dapat dikembalikan.

“Semua obat keras ini akan kami sita dan akan kami kembalikan jika pemilik toko telah mengurus surat perijinan. Jika perijinan telah dibuat maka para penjual bisa datang ke Dinkes untuk mengambil obatnya, dan jika tidak diurus perijinannya maka obat tersebut akan kami musnahkan” jelas Hardiono mengakhiri sidak.

KEPALA BAGIAN
HUMAS DAN PROTOKOL
SETDA KOTA DEPOK

HANI HAMIDAH, S.Sos. M.Si
PEMBINA
NIP. 19630627 198409 2 001