musrenbang cipayung

Camat Cipayung Asep Rahmat memberikan sambutan pada kegiatan musrenbang Kecamatan Cipayung, kemarin (31/01/17). (Foto : Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Pengadaan lahan sekolah untuk SMAN 12 Cipayung dan perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH), jadi prioritas dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Cipayung. Usulan itu dinilai penting mengingat siswa SMAN 12 hingga saat ini masih menumpang di sekolah lain.

“Kami fokus untuk pengadaan lahan untuk SMAN 12, yang saat ini masih menumpang. Setelah itu pengadaan RTH. Itu yang utama,” ujar Camat Cipayung Asep Rahmat, saat dikonfirmasi via pesan singkat, Rabu (01/02/17).

Selain pengadaan lahan, pihaknya juga menetapkan kajian pelebaran jalan utama Pitara ke Jembatan Serong, sampai ke Pos Pol Citayam dan dari Jembatan Serong mengarah ke Jalan Keadilan sampai arah Sawangan.

“Setelah itu, kami juga akan mengembangkan kampung industri Bulak Timur, melakukan penataan Setu Citayam dan mengkaji keberadaan Pasar Citayam,” tambahnya.

Ia juga berharap, seluruh elemen masyarakat terlibat, serta mengawal dalam setiap pembangunan di Kota Depok. Peran warga dinilai penting, mengingat warga yang paling tahu apa yang dibutuhkan di lingkungannya.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan, karena yang tahu apa saja yang dibutuhkan dalam pembangunan Kota Depok adalah masyarakat itu sendiri,” tuturnya.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ratujaya, Hidayat Al Ramdani mengaku, akan terus mendorong pemerintah untuk dapat mewujudkan beberapa prioritas pembangunan di Kecamatan Cipayung.

Harapan besarnya, kata Hidayat, Pemkot mampu mewujudkan keberadaan taman terpadu sebagai RTH. Sebab, menurutnya saat ini taman terpadu yang ada merupakan milik perumahan.

“Pengadaan taman terpadu juga merupakan wujud dukungan dari masyarakat terhadap program pemerintah dalam pengadaan RTH. Semoga pembebasan lahan ini tidak terlalu lama. Karena masyarakat sudah sangat ingin menikmati keberadaan taman yang saat ini keberadaannya sangat minim,” pungkasnya.

Penulis: Vidyanita
Editor: Dunih dan Yulia Shoim

Diskominfo

Bagikan post melalui :