depok.go.id – Menanggapi kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur, tepatnya di daerah Sukmajaya beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Epi Yanti mengatakan bahwa pihaknya akan semakin gencar untuk mensosialisasikan P2TP2A dan Telepon Sahabat Anak (TeSa) kepada masyarakat. Hal tersebut dikatakan beliau saat ditemui di kantornya, Senin (01/06/2015).

“Kami akan semakin gencar, karena saat ini keberadaan dua layanan itu masih belum familiar untuk masyarakat,” jelasnya.

Menurut Epi, selain sosialisasi ke kelurahan dan kecamatan, pihaknya juga akan menyasar ke sekolah-sekolah di Depok. Dirinya berharap, melalui sosialisasi di sekolah, anak-anak yang menjadi target dari P2TP2A dan TeSa ini mendapatkan sosialisasi secara langsung.

“Intinya kami akan mempertajam komunikasi ke masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, pihak BPMK juga akan menemui P2TP2A untuk melakukan evaluasi kinerja dan membahas hal-hal yang perlu dilakukan ke depannya. Pemindahan lokasi kantor P2TP2A menjadi salah satu hal yang akan dibicarakan dalam pertemuan ini. Epi mensinyalir lokasi yang saat ini bertempat di Ruko, membuat masyarakat enggan untuk mendatanginya.

“Kami ingin pindahkan ke perumahan masyarakat. Jadi, selain lebih dekat, kami juga bisa sekalian melakukan sosialisasi ke RT dan RW setempat,” ujarnya.

Mantan Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok ini juga menghimbau kepada anak-anak agar jangan sungkan untuk menghubungi Telepon Sahabat Anak (TeSa) ke nomor 500-664 untuk melapor jika mendapatkan tindakan kekerasan atau hanya sekedar melakukan konsultasi. TeSa juga merupakan upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak oleh pemkot Depok.

“Melalui TeSa ini, anak dapat langsung berpartisipasi untuk mengungkapkan permasalahan yang dialaminya,” ujarnya

Sebelumnya kepolisian Kota Depok berhasil mengamankan empat perempuan yang diduga mucikari dan pelaku seks komersial di kawasan Sukmajaya, Depok. Prostitusi terselubung yang berada di pemukiman padat penduduk itu digerebek Satreskrim Polresta Depok karena melibatkan anak di bawah umur dan diketahui bahwa korban dijual oleh ibu tirinya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :