depok.go.id – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok menjamin pendampingan terhadap korban prostitusi yang terjadi di Sukmajaya beberapa waktu lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPMK Kota Depok, Epi Yanti.

“Pendampingan kami lakukan sejak kasus tersebut terjadi, saat korban dibawa ke Polres dan saat melakukan visum di Rumah Sakit Kramat Jati, kami terus mendampinginya,” ujar Epi.

Epi mengatakan bahwa saat ini korban sudah merasa dapat mengendalikan psikologisnya, sehingga pendampingan psikologis sudah tidak diberikan lagi. Namun, jika sewaktu-waktu si korban membutuhkan pendampingan psikologis lagi, pihaknya dengan sigap akan memberikan psikolog untuknya melalui P2TP2A.

Mantan Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok ini mengatakan bahwa korban sudah kembali ke rumahnya. Hingga saat ini pihaknya sedang mencari tahu keberadaan dari ayah kandung korban apakah terlibat juga dengan kasus ini atau tidak.

“Melihat dari Undang-Undang, si korban ini tidak akan terjerat hukum, justru mucikari dan ibu tirinya yang sudah masuk ke Polres,” jelasnya.

Pihaknya juga berusaha agar korban yang masih di bawah umur ini tidak akan terjerat kasus hukum. Kalaupun nanti terjerat kasus hukum, pihaknya dan P2TP2A juga akan memberikan pendampingan hukum untuk anak tersebut.

“Jika terjerat kasus hukum, melalui P2TP2A kami juga akan memberikan pendampingan hukum hingga kasus ini selesai,” jelas Epi.

Sebelumnya kepolisian Kota Depok mengamankan empat perempuan yang diduga mucikari dan pelaku seks komersial di kawasan Sukmajaya Depok. Prostitusi terselubung yang berada di pemukiman padat penduduk itu digerebek Satreskrim Polresta Depok karena melibatkan anak di bawah umur dan diketahui bahwa korban dijual oleh ibu tirinya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :