DSC_1253

depok.go.id – Walikota Depok, Mohammad Idris menyampaikan terimakasih kepada TNI yang telah melaksanakan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di wilayah Depok.

“Ini membuktikan bahwa Depok juga bersahabat dengan TNI. Jika pengerjaan satu rumah dengan harga normal bisa ratusan juta, kemarin Alhamdulillah bisa diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp25-40 juta per unitnya,” ujarnya pada kegiatan penutupan TMMD Ke 96 di Bojongsari, Rabu (1/6/2016).

Ia menambahkan, hingga saat ini Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang ada di Depok masih berkisar di angka 2.000 unit. Jumlah tersebut telah jauh berkurang setelah dilakukan pembangunan dan rehabilitasi setiap tahunnya.

“Pembangunannya kami bagi-bagi, ada yang dianggarkan di Kecamatan, Kelurahan dan Bappeda. Kami ingin selesai secepatnya, namun liat uangnya dulu. Kalau uangnya untuk RTLH semua sektor lain tidak terurus,” terangnya.

Kegiatan TMMD ke 96 yang diselenggarakan di tiga kelurahan yakni Kelurahan Bojongsari Baru, Bojongsari dan Kelurahan Curug membangun sedikitnya lima unit RTLH di dua kelurahan dan satu jalan lingkungan sepanjang 300 meter di wilayah Kelurahan Curug.

Irdam Jaya Kolonel Broto Guncahyo yang menutup kegiatan tersebut juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan TMMD tersebut.

“Semangat ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa termasuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyiapkan dan memperbaiki infrastruktur, serta mengakselerasi program Pemerintah Daerah yang dibutuhkan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama,” tuturnya.

Ia menjelaskan, bahwa program TMMD telah dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan Abri Masuk Desa (AMD). Setelah melakukan evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama kurang lebih 35 tahun telah nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dikatakannya, program TMMD masih sangat dibutuhkan karena sebagian wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan. Sehingga, keterlibatan TNI dalam ikut membangun sarana dan prasarana serta infrastruktur wilayah masih sangat relevan. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

Bagikan post melalui :