IMG_3494

Suasana penandatanganan kesepakatan bersama terkait larangan operasional selama bulan Ramadan, di Aula Lantai 1 Balaikota, Rabu (1/6/2016). (Foto: Iman/ Diskominfo)

depok.go.id – Pemerintah Kota Depok melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Forkopimda dengan Pengusaha, Tokoh Masyarakat, Ormas, dan Stakeholder terkait larangan operasional selama Bulan Ramadan di Aula Lantai 1 Balaikota, Rabu (1/6/2016).

“Ini merupakan bukti kesiapan kita menyambut datangnya bulan suci Ramadan, agar seluruh pihak bertanggungjawab dan tegas menjalankan aturan yang sudah kita sepakati,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Nina Suzana.

Sementara itu, Pemilik Rumah Makan Sederhana cabang Cinere, Husein, mengaku tidak keberatan dengan adanya peraturan tersebut. Dirinya memahami sebagai umat muslim harus saling menghormati satu sama lain, untuk itu pihaknya menerapkan aturan tidak melayani untuk makan di tempat.

“Kami buka siang sampai sahur, tapi tidak melayani makan di tempat. Hanya berlaku untuk dibawa pulang atau bungkus. Kecuali, kalau buka puasa bisa makan di tempat,” tuturnya.

Selain penandatanganan kesepakatan, Pemerintah Kota Depok juga menyebarkan surat edaran kepada seluruh pelaku usaha yang hadir.

Adapun tiga point isi imbauan yang tercantum adalah bagi pemilik rumah makan yang tetap membuka kegiatan usaha pada bulan Ramadan untuk melayani warga lainnya yang tidak berpuasa agar mempergunakan tirai penutup, bagi pemilik hotel dan penginapan agar dapat lebih selektif dalam melayani tamu yang akan menginap serta tidak memperjual-belikan minuman keras di dalamnya dan bagi pemilik tempat hiburan diharapkan agar tidak melakukan kegiatan usaha terhitung sejak tiga hari sebelum bulan suci Ramadan hingga tiga hari setelah hari Raya Idul Fitri. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

IMG_3457

*Foto terkait (Iman/ Diskominfo)

Bagikan post melalui :