walikota

Walikota Depok, Mohammad Idris (kanan) dan Kepala BMSDA, Manto (kiri) saat mendatangi lokasi longsor yang berada di Jalan Tanah Baru, Beji Depok, Rabu, (1/6/2016). (Foto: Nita/ Diskominfo)

depok.go.id – Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Kepala Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Manto, Camat dan Lurah setempat meninjau penanganan longsor yang berada di Jalan Tanah Baru, Beji Depok, Rabu (1/6/2016).

Idris menjelaskan, ini merupakan bencana alam, lokasi tersebut memang rawan longsor dan telah diprediksi dari jauh-jauh hari.

“Ada tiga kilo jarak yang rawan sepanjang Tanah Baru ini, dan pembenahannya memerlukan proses yang tidak sebentar. Pengerjaan ini pun sifatnya hanya sementara, agar tidak menambah amblesnya,” ujar Idris.

Pemimpin Kota Belimbing ini mengatakan, untuk penyelesaian target akan dilihat melalui DED (Detail Engineering Design), sedangkan untuk pemeliharaan per periode, tidak bisa keseluruhan.

“Kalau sekaligus, jalan bisa ditutup, nantinya berdampak pada kemacetan. Jadi harus bertahap,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kepala BMSDA mengaku terdapat 12 titik yang harus diperbaiki. Untuk Tanah Baru sendiri akan memakan biaya sebesar Rp1 Milyar.

“Kita pakai anggaran pemeliharaan untuk material saja, kalau tenaga kita pakai Satgas yang kita punya,” kata Manto.

Ia menambahkan, sebagai langkah awal BMSDA mengusulkan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mengerjakan longsor atau rawan longsor sepanjang kurang lebih 200 meter dan akan disahkan tahun ini. Sedangkan untuk jangka panjangnya, BMSDA akan membuat perencanaan penataan saluran sekunder cabang tengah sebanyak tiga kilo termasuk jalan dan drainase. (Vidyanita/ Ed: Siti Rahma, Yulia S – Diskominfo)

 

Bagikan post melalui :