Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitalok. (Foto: Istimewa)

depok.go.id- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok gencar melakukan survei kepada masyarakat yang memiliki minat menjadi pelanggan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu. Survei tersebut menjadi dasar dari investasi berupa pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) yang akan dijalankan PDAM Tirta Asasta Depok.

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka mengatakan, untuk membangun JDU di satu wilayah, harus ada 50-60 persen warga yang ingin menjadi pelanggan PDAM. Untuk itu, pihaknya gencar melakukan survei bagi calon pelanggan PDAM Depok.
“Pembangunan JDU menjadi investasi yang memerlukan biaya besar. Untuk itu, PDAM juga wajib memperhitungkan dan memperkirakan apakah ada minat warga dalam pemasangan JDU, sehingga investasi yang dibangun ini tidak ada penyusutan di tahun selanjutnya,” ujarnya kepada depok.go.id di ruang kerjanya, belum lama ini.
Karena itu, lanjut Imas, pihaknya terus melakukan survei kepada masyarakat Kota Depok untuk melakukan investasi kecuali pada badan usaha seperti apartemen, hotel dan lainnya. Sebab, bagi apartemen dan sejenisnya, aturan menggunakan air PDAM tertera di dalam peraturan perizinan.
“Untuk badan usaha, pemasangan air PDAM bisa melalui perjanjian kerjasama. Jika apartemen memiliki air PDAM maka akan bernilai tinggi juga,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pihaknya tidak ingin penyertaan modal yang diberikan pemerintah berdampak buruk bagi pendapatan daerah. Meski begitu, PDAM akan terus berupaya untuk mewujudkan target 35 persen penduduk Kota Depok harus terakses air bersih.
“Kalau bisa melakukan efisiensi kenapa tidak. Selain itu, kami juga memberikan potongan harga bagi sambung baru kepada pelanggan khusus rumah tangga,” tutupnya.
Penulis : Janet Swastika
Editor  : Retno Yulianti
Diskominfo
Bagikan post melalui :