Tim Ahli Pengembangan Kota Layak Anak, Hamid Patilima saat memberikan penjelasan pada acara Pelatihan Konvensi Hak Anak di aula Perpustakaan Umum Kota Depok, Kamis (30/08). (Foto: Istimewa)

depok.go.id- Puskesmas dan rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan harus memenuhi berbagai Konvensi Hak Anak (KHA). Pasalnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu klaster dalam pemenuhan kesehatan dasar dan kesejahteraan bagi anak.

Tim Ahli Pengembangan Kota Layak Anak, Hamid Patilima mengatakan, berdasarkan Undang-undang Dasar (UUD) Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dijelaskan beberapa komponen yang harus dipenuhi pelayanan kesehatan. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk dalam mewujudkan program Kota Layak Anak (KLA).
“Puskesmas dan rumah sakit harus dapat mentransformasikan berbagai komponen yang sudah disampaikan pada UU menjadi kebijakan maupun program agar dapat dirasakan langsung oleh anak-anak,” tuturnya saat acara Pelatihan Konvensi Hak Anak di aula Perpustakaan Umum Kota Depok, belum lama ini.
Adapun yang harus dipenuhi meliputi memberikan perhatian khusus dan penanganan bagi anak dengan gangguan disabilitas. Tentunya dengan memastikan calon ibu hamil memiliki pengetahuan yang lebih dan memastikan tidak ada virus yang mengganggu. Namun, jika anak lahir tidak sesuai dengan harapan, maka petugas kesehatan dapat memberikan pengetahuan lebih kepada orangtua dan memperhatikan kebutuhan anak tersebut.
Selanjutnya, puskesmas dan rumah sakit harus melakukan pemenuhan hak anak atas kesehatan dimulai dari 0 hingga kurang satu hari 18 tahun. Hak yang diberikan baik kesehatan maupun pengetahuan terkait organ-organ reproduksi.
Kemudian, tambah Hamid, pelayanan kesehatan harus memberikan jaminan sosial di bidang kesehatan. Tentu dengan memastikan bahwa anak-anak kesehatannya dapat terjamin dan tidak dibebankan masalah.
Terakhir, mengenai narkotika. Pelayanan kesehatan harus memastikan anak-anak terbebas dari obat terlarang. Sekaligus menjauhkan anak-anak dari obat yang berdampak vital bagi kesehatan dan pertumbuhannya.
“Puskesmas dan rumah sakit harus melindungi anak-anak dan memberikan pelayanan yang baik, terutama memastikan anak-anak terbebas dari obat terlarang yang dapat merusak masa depannya,” pungkasnya.
Penulis : Indri Purnama
Editor : Retno Yulianti
Diskominfo
Bagikan post melalui :