obatdepok.go.id – Obat memang suatu hal yang krusial untuk kesehatan. Mengonsumsi obat yang salah justru bisa berdampak sebaliknya, bukan untuk menyembuhkan malah bisa menjadi racun dalam tubuh.

“Seringkali kita membeli begitu saja obat yang dijual di pasaran tanpa memperhatikan kemasan atau kandungan yang terdapat di dalam obat tersebut,” ujar Kepala Seksi Pengawasan Obat dan Makanan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Sih Mahayanti saat dijumpai di ruang kerjanya, Kamis (1/10/2015).

Sih mengatakan, obat yang dijual di pasaran memiliki simbol lingkaran pada kemasan yang menunjukkan ketentuan-ketentuan tertentu. Dengan kata lain, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan membeli obat yang beredar di pasaran.

Mantan Kepala UPT Puskesmas Cilodong itu menjelaskan, apabila ada obat dengan lingkaran berwarna hijau, maka obat tersebut mengindikasikan sebagai obat bebas. Menurutnya, obat bebas adalah obat yang diperbolehkan dijual bebas di pasaran seperti di toko, supermarket, atau warung.

Selanjutnya, untuk lingkaran warna biru, Sih menuturkan obat jenis ini mengindikasikan obat bebas namun terbatas, artinya obat ini tergolong obat keras yang dijual secara bebas tanpa resep dokter, tetapi tetap harus memperhatikan aturan pakai dan efek sampingnya. Ia mencontohkan, untuk jenis obat dengan warna biru ini semisal obat batuk dan obat demam.

Terakhir ialah lingkaran warna merah pada kemasan, Sih mengungkapkan lingkaran merah menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat keras yang harus diresepkan dokter.

“Para orang tua yang hendak memberikan obat pada anaknya yang mungkin sedang sakit, bisa memperhatikan lingkaran warna yang ada di kemasan obat sehingga memberikan obat pada anak yang sedang sakit dengan tepat dan benar,” tandas Sih. (Nurul Hasanah/Ed: Faizal Satrio – Diskominfo)

Bagikan post melalui :