depok.go.id – Timbulnya wabah ulat bulu yang melanda kawasan RT 05 RW 08 Kelurahan Curug, Cimanggis, Depok bukan hanya disebabkan karena faktor alam, namun juga ditunjang dengan lingkungan yang kotor dan tidak terawat, sehingga ulat bulu tidak dapat dideteksi keberadaan maupun tanda-tanda akan datangnya wabah.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Depok, Hermin Kusmiati, saat dikonfirmasi, Selasa (01/12/15). “Di lokasi terdapat kandang hewan, lagi pula lingkungannya kotor dan banyak sampah, jadi berpotensi larva telur hinggap dan berkembang biak,” jelasnya.

Setiap tahun memang terjadi wabah ini, namun berbeda tempat. Tahun kemarin terjadi kasus serupa di belakang Pasar Agung. Ini bisa terjadi karena perubahan musim, dari udara panas ke dingin.

Dirinya mengaku telah melakukan peninjauan ke lokasi tersebut setelah mendapat laporan kemarin sore (30/11/15). Hasilnya ditemukan ribuan ulat bulu yang sudah merambah ke rumah warga. Pihaknya telah melakukan penyemprotan untuk mencegah perkembangbiakan ulat bulu merembet kemana-mana.

“Masa hidup telur ke ulat itu hanya membutuhkan waktu 21 hari, lalu jadi kupu-kupu. Makannya kenapa penetasan ulat berlangsung cepat dan biasanya sekali menetas bisa menghasilkan ribuan ulat bulu,” tambahnya seraya menginformasikan wabah sudah terjadi sejak sepuluh hari terakhir dan puncaknya terjadi pada tiga hari ini.

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Depok agar selalu waspada dan mengantisipasi dengan menjaga lingkungan rumah agar tetap bersih. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :