depok.go.id – Wabah ulat bulu yang sepuluh hari terakhir menghinggapi RT 05 RW 08 Kelurahan Curug, Cimanggis, Depok, menganggu aktivitas warga sekitar. Hal ini terjadi lantaran jumlah ulat bulu yang mencapai ribuan ekor bertengger hingga ke dalam rumah warga.

Munculnya wabah yang puncaknya terjadi pada tiga hari ini membuat warga panik dan berlomba-lomba mengumpulkan ulat bulu untuk dimusnakan dengan cara dibakar. Bahkan, 12 kepala keluarga yang rumahnya terserang wabah, memilih untuk mengungsi ke tetangga yang jauh dari perkembangbiakan ulat.

“Wabah ini sudah menyerang RW lain, ulat bulu masuk ke rumah bahkan bantal. Selain menimbulkan rasa gatal dan kegelian, ulat-ulat ini sangat mengganggu kami,” ujar salah satu warga korban wabah, Hadi Karyono, saat dikonfirmasi, Selasa (01/12/15).

Disinyalir musim kemarau panjang yang terjadi lima bulan terakhir ini menimbulkan keretakan tanah dan menjadi media bagi ulat bulu untuk berkembang biak. Perubahan iklim musim panas ke musim hujan juga menjadi salah satu faktor menetasnya larva telur.

Berbagai upaya telah dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Depok untuk memusnahkan wabah tersebut, salah satunya dengan penyemprotan untuk mencegah perkembangbiakan ulat bulu merembet kemana-mana.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Depok, Hermin Kusmiati, mengatakan sebelum terjadi wabah ini, pihaknya juga telah melakukan beberapa macam pencegahan, namun kondisi alam membuat wabah ini cepat merambah.

“Agar wabah ini tidak menyebar ke daerah lain, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Depok agar selalu waspada dan mengantisipasi dengan menjaga lingkungan rumah agar tetap bersih,” terang Hermin. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :