Iud

Foto Ilustrasi sumber : google

depok.go.id – Upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kelahiran dapat dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi. Dalam hal ini, alat kontrasepsi yang sangat dianjurkan penggunaannya yaitu yang berjangka waktu cukup lama agar dapat efektif .

Kepala Sub Bidang Pengendalian Kependudukan dan Informasi Pengolahan Data Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Haryati Suparsih, menjelaskan ada beberapa jenis alat kontrasepsi, namun tidak semua alat kontrasepsi disarankan penggunaannya dengan alasan masa penggunaannya hanya batas maksimal hingga tiga tahun. Penggunaan alat kontrasepsi tersebut akan memicu terjadinya ketidakdisiplinan dalam menggunakan alat tersebut secara berkala.

“Dari seluruh alat kontrasepsi yang ada, IUD-lah yang sangat dianjurkan untuk digunakan karena daya kerjanya dapat mencapai delapan tahun,” tuturnya.

Intra Uterine Device (IUD) sangat bermanfaat karena tidak perlu lagi mengingat-ingat, tidak mempengaruhi kehamilan, tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI, serta idak ada interaksi dengan obat-obat.

Selain IUD, ada beberapa alat kontrasepsi, antara lain pil, suntik, dan susuk atau implan. Adapun untuk pil tidak disarankan karena daya kerjanya hanya 1×24 jam. Seseorang yang menggunakan alat kontrasepsi ini tidak diperbolehkan untuk terlambat mengonsumsi pil karena akan beresiko kehamilan, sedangkan untuk suntik dan implan masa kerjanya maksimal hanya tiga tahun.

“Sebenarnya bukan tidak dianjurkan, semua tergantung masing-masing individunya, namun paling disarankan yang memiliki daya kerja cukup lama,” tutup wanita yang kerap disapa Asih ini. (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :