kb

Foto ilustrasi sumber : google

depok.go.id – Salah satu cara paling mudah dan aman dalam merencanakan kehamilan adalah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Penggunaan alat tersebut merupakan salah satu usaha pemerintah yang menganjurkan masyarakat untuk menerapkan program Keluarga Berencana (KB). Melalui program KB inilah, nantinya diharapkan akan terwujud keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

“Pemakaian alat kontrasepsi sangat disarankan pada pasangan usia subur yang telah menikah agar dapat mengambil keputusan dan mewujudkan hak reproduksi secara bertanggung jawab,” tutur Kepala Sub Bidang Pengendalian Kependudukan dan Informasi Pengolahan Data Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Haryati Suparsih, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (01/12/2015).

Dia menambahkan bahwa dengan menggunakan alat kontrasepsi ini, selain membantu mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, serta mengatur kehamilan akan merasakan berbagai manfaat. Adapun manfaat yang dapat dirasakan di antaranya dapat menjaga kesehatan dan menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak.

Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi dapat meningkatkan akses dan kualitas informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, meningkatkan partisipasi dan kesertaan pria pada program KB, serta mempromosikan penyusuan bayi sebagai upaya untuk menjarangkan jarak kehamilan.

“Penting sekali menggunakan alat kontrasepsi bagi Pasutri supaya tidak ada resiko tinggi yang mengancam keselamatan ibu dan bayinya,” tambah wanita berkacamata ini.

Alat kontrasepsi sendiri terdiri dari berbagai macam yang dapat dilakukan pada perempuan maupun laki-laki. Adapun untuk alat kontrasepsi yang digunakan perempuan yaitu kontrasepi hormonal (pil, suntik, susuk atau implant), kontrasepsi non hormonal (IUD atau spiral atau AKDR), dan metode operasi wanita (tubektomi). Sementara alat kontrasepsi yang digunakan laki-laki yaitu kontrasepsi non hormonal (kondom) dan metode operasi  pria (vasektomi). (Indri/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :