walikota_subuh berjamaah

Walikota Depok Mohammad Idris Memberikan Sambutan dalam Subuh Berjama’ah di Masjid Balaikota, Kegiatan yang dilaksanakan Jum’at, 01-12-2017:dirangkai dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H/2017 M Tk Kota Depok di Masjid Balaikota Depok. (Foto : Nanang/Diskominfo)

depok.go.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan keimanan kepada Allah SWT serta kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW semata. Namun, diharapkan dapat menjadi momentum untuk melawan penjajahan pemikiran yang dapat menyebabkan kemunduran bagi umat Islam, terutama di Kota Depok.

“Peringatan ini kita jadikan momentum untuk meningkatkan semangat umat Islam guna melawan penjajahan dalam bentuk pemikiran, akhlak serta perilaku negatif yang sudah menyerang sebagian umat Islam di Indonesia. Tidak terkecuali umat Islam di Kota Depok,” ujar Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat memberikan sambutan dalam kegiatan salat Subuh berjamaah di Masjid Balai Kota Depok, Jumat (01/12/2017).

Dikatakannya, tepat pada abad 12 Masehi silam, umat Islam mengalami periode kemunduran serta mengalami keterpurukan pemikiran. Sementara itu, sambungnya, bangsa barat yang dikenal karena kejayaan kelompok humanismenya, memunculkan paham sekulerisme yang memisahkan antara persoalan dunia dengan akhirat, serta politik dengan agama.

“Kemudian, dengan meneladani sifat-sifat serta pemikiran dari Nabi Muhammad SAW, umat Islam kembali bersatu dan kembali mengalami kemajuan serta meninggalkan masa-masa keterpurukannya,” katanya.

Dirinya tidak lupa berpesan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Depok agar senantiasa meneladani serta mengimplementasikan sifat dan pemikiran dari Nabi Muhammad SAW. Salah satunya, dengan semakin meningkatkan semangat dan kualitas dalam bekerja.

“Bagi ASN yang menjadi guru, harus mengimplementasikan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW di bidang pendidikan. Sementara itu, bagi ASN lainnya harus semakin bersemangat dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Depok,” tutupnya.

Penulis : Guntur Widyanto

Editor : Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :