dudi miraz

Asisten Tata Praja Kota Depok, Dudi Mi’raz. (Foto:Nita/Diskominfo)

depok.go.id – Upaya mencegah beredarnya paham radikal seperti Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di kalangan masyarakat, Asisten Tata Praja (Astapra) Kota Depok, Dudi Mi’raz, menyebarkan surat edaran kepada lurah dan camat terkait beberapa hal penting yang harus diwaspadai.

Isi surat tersebut seperti mengimbau kepada seluruh jajaran terkait untuk melakukan pemantauan setiap aktivitas Ormas di daerah, karena diketahui bahwa Gafatar bukan organisasi keagamaan melainkan Ormas yang bergerak di bidang sosial.

“Awal-awalnya Ormas ini bergerak di bidang sosial, lama-lama mereka mengubah paham masyarakat menjadi paham radikalisme. Hal seperti ini yang patut diwaspadai,” ujar Dudi, di ruang kerjanya, Selasa (02/02/16).

Selain itu, dia melanjutkan, bagi keluarga atau eks Gafatar yang sudah kembali ke lingkungan tinggalnya, para lurah dan camat wajib melakukan optimalisasi peran forum-forum masyarakat yang sudah dibentuk seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), forum pembauran kebangsaan, dan ustad lokal yang mampu memberikan pemahaman baik mengenai akhlak dan akidah. 

“Tugas kami membantu dan memberi pemahaman bahwa mantan anggota Gafatar merupakan korban bujukan dan paksaan dari pimpinan Gafatar. Maka dari itu, kami wajib melakukan pengawasan dan pembinaan kepada mantan anggota Gafatar,” terang pria yang juga menjadi koordinator pemulangan Gafatar Kota Depok.

Sebelumnya, sebanyak 28 eks Gafatar asal Depok tiba di Taman Wiladatika, Cibubur, berbarengan dengan 712 eks Gafatar lainnya yang diberangkatkan dari Mempawah, Kalimantan Barat (27/01). Kemudian anggota eks Gafatar ini di serahkan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI untuk dibina dan di assessment, setelah itu diberikan ke provinsi untuk dibina kembali baru kemudian di kembalikan ke kabupaten/kota. (Vidyanita/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :