BNN

PENGECEKAN: Ketua BNN AKBP Hesti sedang melakukan pengecekan pegawai di Klinik Pratama BNN Kota Depok.   (Foto: Fajar/Diskominfo)

 

Depok.go.id- Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersinergi memerangi narkoba. Hal tersebut tampak dengan berdirinya Klinik Pratama yang merupakan buah dari sinergitas antara BNN dengan Pemkot Depok.

“Klinik Pratama adalah klinik rehabilitasi bagi para pengguna narkoba di Depok. Klinik tersebut sudah mulai beroperasi akhir Desember 2016 dan menangani pelayanan rujukan bagi para pengguna narkoba secara gratis,”Kata Ketua BNN Kota Depok, AKBP Hesti saat ditemui di Kantor BNN Kota Depok, Kamis sore, (02/02/2017).
Untuk di tingkat Provinsi Jawa Barat, ungkapnya, Depok adalah kota pertama yang memiliki BNN dengan fasilitas pelayanan rehabiitasi bagi para ‘pelapor’ (pengguna narkoba). Upaya tersebut merupakan hasil sinergitas yang baik antara BNN dengan Pemkot Depok. Dikatakannya, Klinik Pratama menjadi gerbang rujukan bagi para pengguna narkoba yang pembagiannya sesuai dengan tingkat pengguna narkoba.
“Klinik Pratama membantu para pengguna narkoba yang ingin sembuh melalui rujukan sesuai dengan tingkat penggunaannya. Jika masih menjadi pengguna baru, pelapor akan direhabilitasi secara sosial melalui CBU Kamboja dan pendopo. Jika sudah terlampau pengguna aktif, pelapor akan ditangani secara medis di RSUD Depok, RS Tugu Ibu, RS Bhakti Yudha, dan RS Hasanah Graha Afiah (HGA). Rujukan ke RSKO hanya untuk pelapor yang sudah parah,”paparnya.
Dirinya pun menghimbau bagi para pelapor, agar tidak takut untuk mendapatkan rehabilitasi di Klinik Pratama. Dia juga menjamin bahwa pengguna yang mendaftarkan diri di Klinik Pratama tidak akan diberlakukan layaknya pelaku kriminal.
“Karena Klinik Pratama merupakan bentuk kerjasama BNN Depok dengan Dinas Kesehatan Pemkot Depok, para pelapor akan ditangani layaknya pasien,” tutupnya.
Klinik Pratama yang berlokasi di Kantor BNN Depok ini buka setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Para pelapor yang datang hanya diwajibkan untuk membawa Kartu Tanda Pengenal saja sebagai administrasi.

Penulis: Fajar Nur Cahyo

Editor: Retno Yulianti dan Rita Nurlita

Diskominfo

Bagikan post melalui :