depok.go.id-Menjelang bulan Ramadan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Agung, Sukmajaya, untuk melakukan pengujian terhadap sejumlah makanan yang dijual pedagang. Uji sampel tersebut guna mencegah adanya kandungan zat berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna kimia pada makanan dan minuman.

“Lewat uji sampel makanan ini, kami ingin memastikan makanan yang dijual di pasar tidak mengandung zat yang berbahaya bagi kesehatan. Mengingat saat memasuki Ramadan tingkat konsumsi masyarakat meningkat,” tutur Kepala Seksi Perbekalan Kesehatan, Sarana Prasarana dan Pengawasan Makanan (PSPM), Dinkes Kota Depok, Verawaty Kasjmir, kepada depok.go.id usai sidak, Kamis (02/05/2019).

Dikatakannya, terdapat empat sampel makanan yang dilakukan pengujian di Pasar Agung. Antara lain sohun, bihun, tahu, dan kerupuk.

“Tetapi kita hanya melakukan uji kualitatif saja, apakah makanan tersebut positif atau negatif mengandung bahan pengawet. Sementara untuk mengetahui jenis bahan pengawet yang digunakan akan dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu. Kira-kira sekitar dua minggu untuk diketahui hasilnya,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, jika saat uji laboratorium ditemukan adanya kandungan zat berbahaya, pihaknya akan memberikan surat peringatan kepada pedagang yang bersangkutan. Dengan harapan dapat memberikan efek jera.

“Kami juga berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih makanan. Pasalnya, ada pedagang yang mencampurkan zat berbahaya agar makanan dapat tahan lebih lama, namun berbahaya untuk kesehatan.

Penulis : Jose Marques
Editor: Dunih

Diskominfo

Bagikan post melalui :