Inflasi Juli 2013 di Kota Depok
Efek Kenaikan BBM + Ramadhan = sejarah baru inflasi Depok.

Efek kenaikan harga BBM bersubsidi pada 22 Juni 2013 baru benar-benar dirasakan pada bulan Juli 2013. Bulan Juli 2013 di Depok terjadi inflasi sebesar bulanan 4,58 persen, inflasi kalender sebesar 9,54 persen, dan inflasi tahunan sebesar 10,89 persen. Angka-angka inflasi tersebut jauh di atas angka inflasi dari Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Jika dibandingkan dengan inflasi kota lain di Jabotabek, maka inflasi Juli 2013 di Depok adalah yang tertinggi.

Kota

Inflasi Juli 2013

Inflasi Selama 2013
(s.d Juli 2013)

Inflasi Year on Year

(1)

(2)

(3)

(4)

Depok

4,58

9,54

10,89

Jakarta

3,16

5,82

8,41

Bekasi

4,06

8,89

10,22

Bogor

4,46

8,84

11,96

Tangerang

4,45

8,96

11,18

Jawa Barat

3,87

8,29

9,75

Nasional

3,29

6,75

8,61

Inflasi Bulan Juli 2013 sebesar 4,58 persen ini adalah inflasi bulanan tertinggi yang pernah terjadi sejak tahun 2003 di Kota Depok. Komoditas yang memberikan sumbangan cukup tinggi terhadap terjadinya inflasi bulan Juli 2013 di Kota Depok adalah angkutan dalam kota yang menyumbang 1,1035 persen, bensin menyumbang 1,03 persen, bawang merah menyumbang 0,6037 persen, daging ayam ras menyumbang 0,5455 persen, angkutan antar kota menyumbang 0,1382 persen, beras menyumbang 0,1194 persen, cabe rawit menyumbang 0,0986 persen, dan kentang menyumbang 0,0932 persen. Dari delapan komoditas penyumbang terbesar inflasi tersebut, tiga diantaranya adalah karena efek lansung dari kenaikan harga BBM bersubsidi. Tiga komoditas ini adalah angkutan dalam kota, bensin, dan angkutan antar kota. Dari ketiga komoditas saja ini sudah memberikan inflasi langsung sebesar 2,2717 persen.

Kenaikan harga cukup tinggi yang terjadi pada komoditas bawang merah, daging ayam ras, beras, cabe rawit, dan kentang, belum tentu semata-mata disebabkan sebagai efek tidak langsung dari kenaikan harga BBM. Karena komoditas ini memang sudah terbiasa mengalami kenaikan harga pada bulan ramadhan. Hanya saja memang kenaikan harga yang terjadi pada bulan Juli 2013 jauh lebih besar dari yang biasanya terjadi setiap bulan ramadhan. Dikhawatirkan ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum kenaikan harga BBM dan bulan ramadhan ini untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Berdasar dari fenomena yang telah terjadi maka sebaiknya segera dilakukan tindakan untuk bisa segera menurunkan harga berbagai komoditas khususnya komoditas bawang merah, daging ayam ras, beras, cabe rawit, dan kentang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah operasi pasar dalam skala besar dan tersebar. Dan bisa juga komoditas itu dijadikan sebagai komoditas yang dibagi-bagikan di ajang bagi-bagi sembako. Jadi yang dibagikan jangan hanya berupa kue, minyak goreng, dan mie instan, tapi sepertinya sudah saatnya paket pembagiannya ditambahkan bawang, daging dan cabe. (Bambang Pamungkas, S.ST, Kasi Neraca Wilayah dan Analisis BPS Kota Depok)

Bagikan post melalui :