Konseling Menyusui

Konseling Menyusui yang diadakan oleh Dinkes Kota Depok di Lantai 1 Gedung Dibaleka II

depok.go.id – Bagi bayi yang baru lahir, ASI merupakan asupan makanan terbaik dan sempurna. Selain itu, ASI mengandung semua zat gizi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sementara itu, melalui menyusui maka akan terjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi guna mempengaruhi pembentukan emosi positif bagi anak.

Maka dari itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengajak masyarakat untuk mengetahui pentingnya pemberian ASI Ekslusif pada anak mulai dari usia 0 hingga 6 bulan.

“Keuntungan memberikan ASI ekslusif pada anak yaitu dapat meningkatkan imunitas tubuh bayi, mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan, dan tentunya menghemat pengeluaran untuk pembelian susu formula,” ujar Rr. Anis H.W. dari Promkes Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Selasa (2/8/2016)

Selain itu, Anis juga berpesan untuk sesering mungkin memberikan ASI kepada anak dengan menjaga asupan yang diberikan kepada bayi. Terlebih bagi bayi yang berusia 0 hingga 6 bulan.

“Hal-hal yang patut diperhatikan untuk program ASI ekslusif tersebut, seperti tidak boleh memberikan air putih kepada bayi, tidak boleh memberikan makanan kepada bayi sebelum waktu mencapai enam bulan,” tambahnya.

Ia menuturkan kembali, hal tersebut dilakukan guna menjaga kesehatan dan melindungi lambung bayi yang masih sangat kecil. Selain itu, adanya keluhan lain pasca melahirkan seperti sedikitnya ASI yang keluar.

“Jika terjadi kesulitan seperti itu, sang ibu perlu melakukan rangsangan untuk mengeluarkan susunya dengan cara terus memberikan asupan ASI sesering mungkin paling sedikit 8 kali sehari di siang dan malam hari, atau bisa dengan dukungan bapak sang bayi yang membantu menghilangkan rasa stress pada ibu,” paparnya kembali.

Di samping itu, Ia berharap dengan adanya imbauan tersebut, para orangtua dan calon orangtua dapat mengantisipasi untuk hal yang dapat terjadi nantinya saat menyusui.

“Tentunya dengan memberikan ASI ekslusif dapat menyelamatkan lebih dari 800.000 anak di dunia,” tutupnya. (Meida/Indri/ Ed: Siti Rahma – Diskominfo)

Bagikan post melalui :