depok.go.id – Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Epi Yanti mengatakan bahwa keluarga memiliki peran penting terhadap penekanan angka kekerasan yang kerap terjadi pada anak. Menurutnya, keluarga memiliki pengaruh paling besar terhadap tumbuh kembang anak, karena jika anak tidak mendapat perhatian dari lingkungan keluarga, maka anak akan mencari di lingkungan luar.

“Ini yang harus diwaspadai, bagaimana peran keluarga dalam memberikan pendidikan kepada anak, sehingga anak tidak mendapatkan masukan negatif dari lingkungan luar,” ujar Epi, Selasa (02/09/2015).

Mantan Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok ini menegaskan bahwa anak di bawah umur tidak bisa dihukum karena kesalahannya, karena mereka nantinya akan dikembalikan ke orangtua dan mendapat pembinaan dari orangtua langsung. Jika anak masih melakukan kesalahan, maka orangtua yang bisa dikenakan hukuman.

“Anak di bawah umur masih tanggung jawab orangtua, tidak bisa sanksi penjara dikenakan pada anak,” ujarnya.

Dirinya juga berpendapat bahwa ada tiga faktor yang menyebabkan kasus kekerasan yang terjadi pada anak di Kota Depok, yakni keluarga, ekonomi, dan teknologi. Ia menjelaskan, faktor ekonomi erat kaitannya denga keluarga, seperti orangtua yang terlalu sibuk mencari uang bisa menyebabkan anak tidak terkontrol pengawasannya. Untuk itu, Epi menyarankan supaya adanya  berbagi peran antara ayah dan ibu dalam memberikan perhatian kepada anak.

Epi melanjutkan, untuk faktor teknologi juga tidak kalah penting, karena tanpa pengawasan bermain internet, anak ditakutkan akan membuka situs dewasa yang mudah diakses. Maka dari itu, faktor keluarga yang menentukan pola pikir anak agar menyerap aspek positif.

“Ketiga faktor tersebut yang coba dicari solusinya hingga saat ini, butuh pemahaman dan sinergi yang baik antara Pemkot, masyarakat dan juga pihak terkait lain, misalnya seperti guru sekolah,” ujarnya. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo)

Bagikan post melalui :