Suasana penandatanganan MoU antara BNN Kota Depok dan MUI Kota Depok. ( Foto : Janet/Diskominfo)

depok.go.id-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok sepakat untuk turut memerangi narkoba. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani kedua pihak tentang antisipasi bahaya narkoba di Gedung MUI.

“Tugas Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN) bukan hanya ada pada BNN atau kepolisian saja. Semua pihak harus turut berpartisipasi, termasuk MUI yang di dalamnya ada ulama, tokoh-tokoh agama yang diharapkan dapat berperan dalam P4GN,” ujar Kepala BNN Kota Depok, AKBP Rusli Lubis kepada depok.go.id, Senin (02/09/2019).

Dirinya menjelaskan, kesepakatan ini berisi tugas bagi para penceramah di bawah naungan MUI agar dapat melakukan ceramah yang disisipi penekanan tentang bahaya narkoba. Ceramah dapat dilakukan pada khotbah Jumat maupun  pengajian.

“Saya meyakini jika peredaran dapat dicegah dengan sugesti spiritualitas atau ketaatan kepada agama kita. Melalui dakwah kami ingin para ulama dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga peredaran narkoba dapat ditekan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH Ahmad Dimyathi Badruzzaman, menyambut baik kerja sama dengan BNN Kota Depok. Menurutnya, perang melawan narkoba tak hanya bergantung pada pengawasan pemerintah atau  aparat hukum. Namun, nilai-nilai agama juga memberi kontribusi terhadap pencegahan penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Peran MUI di sini untuk menuntun semua masyarakat, khususnya anak-anak kita untuk beribadah, jaga perilaku dan pergaulannya. Dengan begitu, mereka akan terbentengi dan tidak mudah terpengaruh bahaya narkoba dan hal negatif lainnya,” tutupnya.

Penulis : Janet Swastika
Editor : Dunih

 

Diskominfo

Bagikan post melalui :