fgd disdukcapil

Disdukcapil mengadakan FGD membahas kartu identitas anak di ruang rapat disdukcapil yang dihadiri olehperwakilan beberapa OPD yang terkait, Ketua P2TP2A, dan perwakilan RW di Depok (2/10).

depok.go.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pagi tadi mengadakan Forum Group Discussion (FGD) membahas Kartu Identitas Anak (KIA) di ruang rapat Disdukcapil, Jumat (2/10/2015). Pada FGD tersebut hadir berbagai perwakilan dari tiap OPD yang terlibat dalam KIA ini, antara lain Disporaparsenbud, Dinkes, PKK, Ketua P2TP2A, dan perwakilan RW di Depok.

Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir yang memimpin FGD ini mengatakan bahwa forum ini merupakan sarana untuk saling tukar pikiran dan saran terhadap KIA yang akan dibuat di Depok. Tiap OPD yang terlibat memaparkan masing-masing pendapatnya guna peluncuran format KIA dan pengaplikasiannya nanti.

“Dari Dinkes, Disporaparsenbud, Disperindag, dan BPMK serta perwakilan RT/RW ataupun forum anak semuanya ada guna mendengar pendapat agar KIA dapat diwujudkan sesuai keinginan bersama,” jelasnya.

Perwakilan Dinkes memaparkan, pada segi kesehatan Dinkes siap membantu, misalnya untuk pelayanan BPJS, karena bayi baru lahir bisa mendaftar sebagai anggota BPJS. Sementara perwakilan dari Disdik menyetujui KIA, dan berharap siswa atau anak bisa membeli buku dengan harga diskon, serta pelayanan fasilitas wisata, olahraga dapat mendapat kemudahan.

Munir melanjutkan, FGD ini baru tahap awal. Nanti akan ada diskusi lanjutan dengan melibatkan pelaku ekonomi untuk perlindungan dan pelayanan fasilitasi bagi anak yang memiliki KIA. KIA sendiri diterbitkan guna mendukung Depok sebagai Kota Layak Anak, tanpa mengenyampingkan hak anak.

“Tahap dua langsung dengan pelaku ekonomi atau usaha, kerjasama apa yang dapat mereka berikan nantinya, sehingga bisa langsung membuat MoU dengan kami,” ujarnya. 

Rencananya KIA ini akan diluncurkan pada akhir bulan Oktober, menunggu Perwa yang ditandatangani oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il. (Rysko/Ed: Fahrudin Mualim – Diskominfo).

Bagikan post melalui :